Prabowo: Aksi Pembakaran Ancam Nyawa, Aparat Harus Proporsional

0
Prabowo kembali merombak Kabinet Merah Putih. Lima menteri dicopot, termasuk Sri Mulyani, Budi Gunawan, Abdul Kadir Karding hingga Budi Arie. (Foto : istimewa)

Jakarta,batamtv.com, – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa aksi pembakaran fasilitas umum (fasum) maupun gedung dalam kerusuhan merupakan ancaman serius yang tidak bisa ditoleransi. Ia menekankan bahwa gerakan semacam itu bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa masyarakat.

“Sekali lagi, gerakan bakar-bakar, di seluruh dunia, ini adalah gerakan yang tergolong sangat membahayakan,” kata Prabowo saat berbincang dengan sejumlah pemimpin redaksi (Pemred) media, dikutip dari siaran pers Tim Media Presiden Prabowo, Senin (8/9/2025).

Buktinya, kata Prabowo, pembakaran gedung di Makassar berdampak pada jatuhnya korban yang tidak bersalah. “Mengancam nyawa orang lain, dan terbukti ada empat orang di Makassar tidak berdosa yang mati karena kebakaran,” bebernya.

Menurutnya, dalam konteks ini, aparat negara harus selalu bertindak proporsional sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Ia mengatakan bahwa aparat yang tidak memenuhi prinsip tersebut harus bertanggung jawab dan dapat dikenakan sanksi tegas. “Ya, saya kira itu keharusan, bahwa semua petugas harus bertindak proporsional, dan kalau tidak bertindak proporsional, petugas harus bertanggung jawab,” jelasnya.

“Dan kita sudah buktikan, ada yang ditindak, ada yang diinvestigasi, bahkan kalau tidak salah sudah ada yang diberhentikan. Jadi harus proporsional,” tandasnya. Gedung DPRD Makassar dibakar Gedung DPRD Makassar dan DPRD Sulsel dibakar massa, empat orang tewas, dan kerugian materiil mencapai Rp253 miliar. Kerusuhan terjadi pada Jumat (29/8) hingga Sabtu (30/8) dini hari.

Massa membakar gedung DPRD Kota Makassar di Jalan Andi Pangeran Pettarani. Tidak berhenti di situ, massa kemudian bergerak ke Jalan Urip Sumoharjo dan membakar Kantor DPRD Sulsel. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar melaporkan empat orang tewas akibat kericuhan.

Tiga korban meninggal akibat terjebak dalam pembakaran gedung DPRD Makassar, yakni Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah yakni Muh Saiful Akbar, fotografer DPRD Makassar yakni Muh Akbar Basri alias Abay (26), anggota Satpol PP Kota Makassar yakni Budi Haryadi S (30), dan staf ajudan anggota DPRD Kota Makassar yakni Syahrina Wati (25).

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                  : Sofyan Atsauri

Sumber               : Kompas.com