
Seoul,batamtv.com,- Pemilihan presiden Korea Selatan yang akan berlangsung pada 3 Juni 2025 diprediksi menjadi babak penutup dari krisis politik paling bergejolak dalam sejarah negara tersebut. Jajak pendapat terbaru menunjukkan, kandidat dari Partai Demokrat, Lee Jae Myung, unggul jauh atas pesaing-pesaingnya.
Survei yang dilakukan oleh Gallup Korea mengungkapkan Lee (61) memperoleh dukungan sebesar 49 persen. Angka ini membuatnya unggul 14 poin persentase dari Kim Moon Soo, kandidat dari Partai Kekuatan Rakyat, yang menempati posisi kedua dengan dukungan 35 persen.
Pemilihan umum dipercepat setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan mencopot Presiden Yoon Suk Yeol pada April 2025. Pencopotan ini terjadi setelah upaya darurat militer yang dilakukan Yoon pada Desember 2024 memicu kekacauan politik di negeri itu.
Kondisi ini memaksa digelarnya pemilu mendadak, sebagaimana dikutip dari The Independent pada Selasa (27/5/2025). Partai Demokrat menjadikan Lee Jae Myung sebagai kandidat utama mereka, sedangkan Partai Kekuatan Rakyat mengusung Kim Moon Soo, yang sebelumnya merupakan bagian dari partai yang menaungi Yoon. Sejak kampanye dimulai pada 12 Mei 2025, posisi elektabilitas Lee terus menguat.
Pada puncaknya, selisih dukungan Lee dengan pesaingnya pernah mencapai 20 poin persentase. Sekilas tentang Lee Jae Myung Lee adalah mantan gubernur yang sebelumnya mencalonkan diri dalam pemilu 2022, ketika ia kalah tipis dari Yoon dengan margin hanya 0,7 persen suara.
Pada Januari 2024, Lee mengalami insiden penikaman di leher saat kunjungan ke lokasi konstruksi di Pulau Gadeok, Busan. Meski menjadi korban upaya pembunuhan, semangat Lee untuk mencalonkan diri kembali tidak pernah surut. Lee dikenal sebagai sosok vokal, anti-elitis, dan populer di kalangan kelas pekerja.
Ia berjanji mewujudkan “Republik Korea yang sesungguhnya” dengan fokus pada penciptaan lapangan kerja dan keadilan sosial. Selain itu, Lee juga mengusung kebijakan fiskal aktif dan berkomitmen untuk mengadili orang-orang yang terlibat manuver militer darurat di masa pemerintahan Yoon.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com










































