Para Pemimpin Eropa Bersatu Dukung Ukraina, Perancis-Inggris Usul Gencatan Senjata Parsial

0
Petugas Layanan Darurat Ukraina menyisir puing-puing di apartemen yang hancur dalam serangan udara Rusia di Kharkiv, Ukraina, Kamis (24/10/2024).(Foto: Sergey Book/AFP)

London,batamtv.com,- Para pemimpin Eropa pada Minggu (2/3/2025) bersatu memberikan dukungan kepada Ukraina dalam pertemuan puncak atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di London, Inggris. Pertemuan 18 negara bersekutu itu digelar dua hari usai Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky adu mulut dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Oval Office, Gedung Putih, AS, Jumat (28/2/2025).

Seharusnya, Zelensky dan Trump membicarakan kesepakatan mineral yang akan ditandatangani kedua belah pihak. Namun karena keduanya terlibat adu mulut, maka kesepakatan urung dilakukan.

Meski demikian, para pemimpin Eropa ketika mengikuti pertemuan puncak di London, mereka berjanji untuk memberikan lebih banyak dana keamanan dan menyusun koalisi guna mempertahankan gencatan senjata di Ukraina.

Dikutip dari kantor berita AFP pada Senin (3/3/2025), Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan dalam wawancara sebuah surat kabar, Perancis dan Inggris ingin mengusulkan gencatan senjata parsial selama satu bulan. PM Inggris Keir Starmer mengatakan, Inggris, Perancis dan negara-negara lain akan bekerja sama dengan Ukraina dalam rencana untuk menghentikan pertempuran, yang kemudian akan mereka sampaikan ke Washington.

Pertemuan di London tersebut terjadi pada saat sulit bagi Ukraina yang dilanda perang. Selain itu, Ukraina juga sedang menghadapi ketidakpastian dukungan dari AS. Pertikaian Trump dengan Zelensky juga menimbulkan pertanyaan baru mengenai komitmen AS terhadap NATO. Starmer mengatakan, Eropa berada di persimpangan sejarah.

“Ini bukan saatnya untuk bicara lagi, saatnya bertindak. Sudah saatnya untuk maju dan memimpin serta bersatu dalam rencana baru untuk perdamaian yang adil dan abadi,” jelas Starmer.

Menurut dia, tanpa jaminan atau keterlibatan AS, maka Eropa akan melakukan pekerjaan yang cukup berat. “Beberapa negara siap membantu mempertahankan gencatan senjata,” tambah dia tanpa menyebut nama mereka. Macron, dalam wawancara dengan surat kabar Perancis Le Figaro mengatakan, dia dan Starmer sedang mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan di Ukraina, yakni di udara, di laut, dan di infrastruktur energi.

Ketika ditanya tentang rencana tersebut oleh BBC, dia menjawab: “Saya mengetahui semuanya”. Sementara itu ketika di London, Zelensky disambut hangat oleh banyak pempimpin dunia di KTT tersebut. Selain menghadiri pertemuan puncak keamanan, Zelensky juga bertemu dengan Raja Charles III di perkebunannya di Sandringham. Sambutan di London sangat kontras ke resepsinya di Gedung Putih.

Sebab, Trump menuduh Zelensky tidak cukup bersyukur atas bantuan AS dan tidak siap untuk berdamai dengan Rusia. Cekcok Zelensky-Trump yang dipertontonkan di depan kamera media AS dan internasional menimbulkan kekhawatiran, Trump ingin memaksa Kyiv membuat kesepakatan damai sesuai keinginan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Meski demikian, usai pertemuan puncak di London itu, kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan, Eropa harus segera mempersenjatai diri untuk bersiap menghadapi yang terburuk.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk meminta Amerika Serikat dan Eropa untuk menunjukkan kepada Putin bahwa Barat tidak berniat menyerah. Starmer dan Macron menyatakan, siap mengerahkan pasukan Inggris dan Perancis ke Ukraina guna membantu menjaga gencatan senjata.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com