ICMI Orda Kota Tanjungpinang Minta Pelindo Tunda Kenaikan Tarif Masuk Pelabuhan 

0
Ket Foto : Ketua ICMI Orda Kota Tanjungpinang Drs. Nazaruddin, MH
TANJUNGPINANG, Batamtv.com – Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Kota Tanjungpinang meminta pihak PT Pelindo menunda kenaikan tarif masuk (Pass) Pelabuhan hal ini karena daya beli yang masih rendah sehingga akan memberatkan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua ICMI Orda Kota Tanjungpinang Drs. Nazaruddin, MH pada Selasa (21/01) pagi kepada Batamtv.com. Nazaruddin mengatakan rencana kenaikan pass pelabuhan yang dilakukan PT Pelindo I belum tepat dengan kondisi saat ini.
“ICMI Orda Tanjungpinang minta Pelindo tunda kenaikan Pass Pelabuhan Tanjungpinang, alasan utama karena akan memberatkan kondisi masyarakat ditengah ekonomi yang masih lemah saat ini,” tegas Nazaruddin.
Sebelumnya PT Pelindo Cabang Tanjungpinang, telah mengumumkan rencana kenaikan pass pelabuhan yang ditandatangani GM Regional I Cabang Tanjungpinang Tonny Hendra Cahyadi.
Tarif pass masuk Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang yang baru itu akan berlaku mulai 1 Februari 2025. Kenaikan tarif ini memicu protes dari berbagai pihak yang salah satunya menilai fasilitas di pelabuhan belum layak untuk mendukung kebijakan tersebut.
Penyesuaian tarif yang akan diberlakukan meliputi: Masuk Terminal Domestik: Dari Rp 10 Ribu menjadi Rp 15 Ribu per orang. Kemudian untuk Terminal internasional (WNI): Dari Rp 40 ribu menjadi Rp75 ribu per orang serta
Internasional (WNA): Dari Rp 60 ribu menjadi Rp100 ribu per orang.
General Manager Pelindo Regional 1 Cabang Tanjungpinang, Tonny Hendra Cahyadi, menjelaskan kenaikan tarif ini bertujuan untuk menutupi biaya operasional seperti listrik dan jasa kebersihan yang terus meningkat.
Selain itu, dana yang terkumpul dari kenaikan tarif akan digunakan untuk membenahi fasilitas pelabuhan, termasuk ponton, jalan masuk, dan area parkir yang selama ini kapasitasnya terbatas.*
Penanggungjawab: Oktarian
Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo