Pemkab Natuna Turunkan Angka Stunting 6 Persen

0
Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat menjelaskan angka penurunan stunting yang mencapai 6 persen di ruang kerjanya, Jumat, (27/9/2024). (Foto: Wan Iswandi/batamtv.com)

Natuna,batamtv.com, – Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya intervensi stunting. Penurunan stunting ini dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui Intervensi spesifik, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk langsung mengatasi penyebab stunting. Contohnya memperhatikan asupan makanan, pencegahan infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan.

“Ya Intervensi spesifik dilakukan oleh petugas kesehatan. Jadi untuk beberapa bulan kedepan, bagi balita yang terdata dalam stunting ini, setiap harinya diberikan makanan tambahan oleh petugas puskesmas, melalui kadernya masing-masing. Ada juga pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri, promosi dan konseling menyusui, dan pemantauan pertumbuhan,” ucap Hikmat Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna di ruang kerjanya, Jumat, (27/9/2024).

Hikmat menjelaskan, selain intervensi spesifik, ada juga intervensi sensitif yang dilakukan untuk menurunkan kecepatan stunting. Intervensi sensitif dilakukan secara tidak langsung, seperti perbaikan pola asuh, pemberian bantuan sosial, penyediaan air bersih dan jamban yang sehat.

Pendekatan multisektor dan multi pihak merupakan pendekatan yang menggabungkan intervensi spesifik dan sensitif. Pendekatan ini dilakukan melalui berbagai Perangkat Daerah dan stakeholders terkait.

“Untuk di daerah kita Natuna ada 532 anak yang mengalami gizi buruk atau stunting di tahun 2024. Dari 17 Kecamatan di Natuna, data stunting terbanyak ada di wilayah Ranai dan sekitarnya, yaitu 131 kasus. Namun jika dibandingkan dari tahun sebelumnya pada tahun 2023 yang lalu, itu ada penurunan sekitar 6 persen” tambah Hikmat.

Terakhir Hikmat menghimbau kepada seluruh ibu-ibu agar aktif membawa anak-anaknya ke posyandu setiap bulannya. Dengan aktif membawa anak ke Posyandu tentu ini akan lebih efektif untuk menjaga dan mengetahui kesehatan serta perkembangan anak,

“Pemerintah Kota Batam telah menerapkan teknologi digital untuk mempercepat pelayanan publik. Langkah ini tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga menarik minat para investor global,” lanjut Zulkarnain.

Ia juga menekankan bahwa Batam kini tidak hanya dikenal di Asia, tetapi juga berperan penting dalam peta ekonomi global, khususnya di wilayah Segitiga Pertumbuhan Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Posisi strategis Batam sebagai pusat perdagangan dan industri menjadikannya salah satu tujuan utama bagi para investor internasional.

Selain itu, sektor penerbangan dan pariwisata di Batam juga mengalami kemajuan yang signifikan, semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi yang terus berkembang. Saat ini, Batam telah menambah rute penerbangan internasional langsung ke Kuala Lumpur, Thailand, Vietnam, dan Korea Selatan.

“Di era komunikasi cepat seperti saat ini, teknologi menjadi kebutuhan mendasar, dari yang kecil hingga besar,” jelasnya.

Zulkarnain mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi mendukung kemajuan Batam. Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif, menjadikan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang ramah bagi pengusaha lokal dan internasional.

“Saya berharap Kolaborasi ini dapat menarik lebih banyak investasi di sektor teknologi dan digitalisasi, serta mewujudkan Batam sebagai smart city yang modern dan berdaya saing,” tutupnya.

Acara selanjutnya diisi dengan presentasi dari perwakilan Malaysia Digital Chamber of Commerce (MDCC). Dalam presentasi tersebut, mereka menguraikan berbagai inisiatif dan program yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis di era digital.

Selama sesi ini, terjalin diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya dan berbagi pandangan tentang peluang serta tantangan yang dihadapi di sektor digital saat ini.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Reporter               : Wan Iswandi