
BATAM, batamtv.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Budi Arie Setiadi mengaku setiap kunjungan ke daerah pasti mengunjungi Balmon, karena ia ingin melihat langsung kondisi dan kinerja Balmon di daerah.
Ia mengapresiasi Balmon Batam, yang menurutnya lebih baik daripada Balmon Surabaya, padahal di sana kelas I. Ia menanyakan apakah ada rencana untuk menaikkan kelas Balmon Batam menjadi kelas I, mengingat urgensi Balmon Batam yang harus memantau lalu lintas frekuensi laut, udara, dan darat yang cukup padat.
“Sebagai Menkominfo, saya harus mencari tahu urgensi-urgensi, tantangan, dan persoalan di wilayah perbatasan. Kita berharap pelayanan ditingkatkan, agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ucap Menkominfo saat kunjungan kerja ke Balai Monitor (Balmon) Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam, Sabtu (13/1).
Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan dan kinerja Balmon Batam dalam mengawasi dan mengendalikan penggunaan spektrum frekuensi radio di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Dalam kunjungannya, Menkominfo didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri, Hasan. Rombongan disambut oleh Kepala Balmon Batam, Rosyid Susilo Nugroho dan jajaran staf. Menkominfo berkesempatan melihat langsung peralatan dan fasilitas yang dimiliki Balmon Batam, serta mendengarkan paparan dari Rosyid tentang tugas dan fungsi Balmon Batam.
Menkominfo mengatakan, mengurus frekuensi tidak ada libur, karena kapan pun bisa terjadi sesuatu yang mengganggu frekuensi. Ia menanyakan apakah ada gangguan sinyal yang dialami oleh masyarakat Kepri, baik untuk telepon seluler, televisi, maupun radio. Ia juga menanyakan apa saja kendala dan tantangan yang dihadapi oleh Balmon Batam dalam menjalankan tugasnya.
“Kepri kan Provinsi Kepulauan, jadi frekuensi yang harus dipantau hendaklah laut, udara, dan darat. Untuk pesawat, kapal, dan kendaraan darat. Contohnya pas pesawat mau mendarat, pilot mau komunikasi ke ATC (Air Traffic Control). Kalau ada gangguan frekuensi, bisa berbahaya,” ujar Menkominfo.
Ia juga menanyakan keadaan penerimaan sinyal televisi nasional digital free to air di Kepri, serta keadaan masuknya televisi siaran luar negeri dari Singapura dan Malaysia. Ia berpesan agar Balmon Batam menjaga kedaulatan negara dalam hal frekuensi, dan melaporkan jika ada hal-hal yang mengganggu negara, terutama konten-konten negatif, baik di televisi, radio, maupun seluler.
Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin









































