
BINTAN, batamtv.com – Berdasarkan hasil surveil pada 10 Mei lalu, pengembangan pelabuhan umum Sei Kolak di Kijang, layak untuk dikembangkan kapasitas terminalnya. Hal ini bisa dilakukan menimbang sisi perairannya lokasi baru di Gunung Kijang sudah tidak konservasi lagi dengan jalur perairannya yang sangat strategis dan kondisi alamiahnya sangat layak.
Dengan kondisi ini, Gubernur Ansar Ahmad diminta mendukung investasi pembangunan pelabuhan umum oleh Prancis di Sei Kolak, Kijang, Kabupaten Bintan. Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudin.
Wahyu menyebutkan, untuk mempercepat investasi, hasil urvey dan telaah , meminta agar Gubernur Ansar Ahmad menyurati Kemenhub dan memasukkan lokasi pengembangan Pelabuhan Sei Kolak Kijang dalam RTRW Kepri karena telah memenuhi ketentuan teknis baik disisi laut maupun daratnya.
“Sudah tidak diragukan lagi manfaatnya untuk masyarakat Kepri, namun tiga minggu sejak survei belum ada juga rekomendasi dari pak Gubernur. Jangan sampai investor kabur karena proses perizinan yang lama,dan berbelit” katanya, Selasa (30/5/2023).
Politisi PKS itu menuturkan, sebelum menyatakan minat berinvestasi di Bintan, Eiffage Genie Civil Marine (perusahaan asal Prancis) siap memboyong operator pelabuhan dari Abu Dhabi.
Selain itu, lokasi pelabuhan juga sudah terbuka dan tidak perlu merusak kawasan konservasi dan merupakan potensi yang harus dikembangkan.
Investasi pelabuhan ini pun akan merekrut tenaga kerja lokal dan menghidupkan perekonomian rakyat.
Wahyu pun berharap Gubernur Ansar Ahmad segera menyetujui investasi pembangunan pelabuhan umum di Sei Kolak Kijang.
Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdanaa









































