Oleh : Hana Monita Sari – Mahasiswi STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang
Manusia selalu ingin menghadirkan kepuasan untuk memenuhi kebutuhan jasmani, rohani hingga kesejahteraannya. Salah satu kebutuhan rohani adalah berekreasi atau berwisata.
Setiap orang pasti membutuhkan hiburan untuk berwisata, salah satunya berwisata alam.
Indonesia merupakan Negara maritim yang besar utamanya potensi wisata alam yang luas pula. Sejak beberapa dekade terakhir sektor pariwisata merupakan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup diperhitungkan.
Banyak tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi di indonesia, salah satunya adalah Kota Tanjung Pinang, mengapa saya katakan demikian? dikarenakan ada banyak sekali objek wisata menarik yang bisa dikunjungi di kota ini, salah satunya ada objek wisata sejarah pulau penyengat.
Pulau penyengat merupakan sejarah penting, karena di pulau inilah asal muasal bahasa Indonesia yang bersumber dari bahasa Melayu bermula.
Selain objek wisata sejarah, ada pula beberapa objek wisata lainnya seperti di pulau Bintan yaitu Pantai Trikora atau biasa dikenal dengan Pantai Seribu Pohon Kelapa yang menyuguhkan pemandangan laut biru dan pasir yang putih bersih, ada Treasure Bay yang mana dikenal dengan kolam renang air tawar terbesar se-Asia Tenggara.
Lalu ada Anmon Resort yang mana penginapan ini cukup unik dengan konsep glamping, ada wisata alam Gurun pasir danau biru, ada penginapan Poyotomo yang berkonsep Camping Ground dengan fasilitas lengkap, ditempat ini juga disediakan pemancingan, dan lain sebagainya, dimana tiap-tiap wisata memiliki daya tarik tersendiri.
Sementara itu di Tanjungpinang pusat ibukota Provinsi Kepri ini juga dapat ditemukan beberapa cafe dengan konsep above the sea dimana cafe-cafe tersebut dibangun diatas laut dengan menggunakan pilar pilar kayu.
Disini pengunjung disuguhkan dengan makanan enak serta pemandangan yang sangat indah, dikarenakan Kota Tanjung pinang ini merupakan wilayah maritim, maka kekayaan bahari yang ada di kota ini tidak diragukan lagi, banyak rumah makan yang menyediakan makanan laut (seafood) dengan kualitas tinggi dan rasa yang lezat, akan tetapi dengan harga yang tidak menguras kantong.
Kelebihan-kelebihan inilah yang menarik banyaknya wisatawan (meliputi domestik dan mancanegara) yang datang untuk melakukan liburan dikota ini.
Sektor pariwisata juga tak luput mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Hingga tak heran Kepulauan Riau sempat menjadi provinsi peringkat kedua di Indonesia yang menyumbang terbanyak kunjungan Wisman setelah Bali.
Tidak hanya itu saja Kepulauan Riau menjadi salah satu situs konservasi terumbu karang di Indonesia. Contoh situs konservasi terumbu karang di Kepulauan Riau adalah Karang Alangkalam dan Karang Bali.
Kekayaan biota laut menciptakan Laut Natuna menjadi salah satu lokasi selam scuba yang terkenal.
Keindahan pantai juga membuat Kepulauan Riau semakin terkenal. Pantai-pantai tersebut diantaranya Pantai Lagoi, Pantai Trikora, Pantai Nongsa, Pantai Sakerah, Pantai Loola, Pantai Padang Melang, Pantai Nusantara, Pantai Batu Berdaun, Pantai Indah, Pantai Tanjung Siambang dompak, Pantai Tanjung, Pantai Melur, Pantai Melayu, Pantai Pelawan, Pantai Sisi, dan Pantai Cemaga.
Keindahan bukit juga menjadi destinasi wisata di Kepulauan Riau, contohnya Bukit Senyum Kota Batam yang dapat melihat pemandangan negara Singapura dan Bukit Kursi di pulau Penyengat, Tanjungpinang yang memiliki sebuah benteng bersejarah. Pemandangan dataran tinggi terdapat di Dataran Tinggi Engku Puteri, Batam Center.
Kepulauan Riau memiliki 4 gunung yaitu Gunung Daik, Gunung Ranai, Gunung Sepincan, dan Gunung Jantan. Sementara Gunung Bintan, Gunung Lengkuas, dan lainnya bukan merupakan gunung karena tidak memenuhi syarat sebagai gunung contohnya ketinggian.
Gunung Bintan dan Gunung Lengkuas hanya merupakan bukit, namun karena bukit-bukit ini merupakan titik tertinggi di sebuah pulau, maka disebut gunung oleh masyarakat setempat. Gunung Daik dan Gunung Ranai adalah 2 jenis gunung yang paling sering didaki.
Selain itu, keindahan air terjun contohnya Air Terjun Resun, Air Terjun Temurun, dan Air Terjun Cik Latif menjadi salah satu destinasi wisata air di Kepulauan Riau.
Wisata air alami juga dapat dirasakan dengan mengunjungi Danau Biru dan keindahan hutan bakau Sungai Sebong di Bintan.
Penjelajahan gua-gua alami juga tersedia di Kepulauan Riau, contohnya Goa Batu Sindu dan Goa Kapal Batu di Natuna.
Pemandian-pemandian alami juga banyak berkembang menjadi tujuan wisata seperti Pemandian Tengku Ampuan Zahara di Lingga dan Pemandian Air Panas Tanjung Hutan di Karimun.
Kepulauan Riau juga memiliki keindahan tanjung contohnya Tanjung Berakit, keindahan teluk contohnya Teluk Tering, keindahan selat contohnya Selat Berhala, serta keindahan pulau-pulau alami contohnya Pulau Bawah, Pulau Benan, dan Pulau Soreh.
Kekayaan flora dan fauna di Kepulauan Riau juga sangat beragam. Kakap dan Sirih menjadi fauna dan flora identitas khas provinsi Kepulauan Riau. Di Laut Natuna, hidup ikan Napoleon yang merupakan hewan langka di Indonesia. Selain itu, dugong juga hidup di perairan sekitar pulau Bintan.
Beberapa hewan langka lainnya adalah Singapura, Burung serindit Melayu, dan sejenis primata bernama kekah Natuna. Kekayaan flora antara lain adalah nibung, buah naga, pinang, dan tanaman langka udumbara yang hidup di Dataran Tinggi Engku Puteri, Batam Centre.
Kepulauan Riau memiliki 2 cagar alam yaitu Cagar Alam Pulau Burung dan Cagar Alam Pulau Laut.
Perkembangan pariwisata juga mendorong dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Kegiatan pariwisata menciptakan permintaan, baik konsumsi maupun investasi yang pada gilirannya akan menimbulkan kegiatan produksi barang dan jasa.
Namun kepariwisataan dikembangkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi mempunyai tujuan luas meliputi aspek sosial budaya, dan aspek politik. Perkembangan pariwisata yang menyangkut berbagai bidang menyebabkan bidang pariwisata menjadi lahan industri, karena kegiatan di bidang jasa ini berkaitan sangat erat dengan berbagai macam kegiatan ekonomi, penyediaan sarana dan prasarana, fasilitas pendukung, fasilitas penunjang, dan aksesibilitasnya.










































