Pembiayaan Subsidi Margin Tembus Rp1,1 Miliar, Amsakar Dorong UMKM Batam Naik Kelas

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, membuka Workshop UMKM Penerima Subsidi Margin Kota Batam di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Selasa (20/10/2026).

Batam, batamtv.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pemasaran agar mampu bersaing dan berkembang. Hingga pertengahan Oktober 2026, program pembiayaan subsidi margin hasil kerja sama Pemerintah Kota Batam dan Bank Riau Kepri (BRK) Syariah telah mencatatkan outstanding pembiayaan lebih dari Rp1,1 miliar.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Workshop UMKM Penerima Subsidi Margin Kota Batam di Hotel Nagoya Hill, Lubuk Baja, Selasa (20/10/2026). Dalam kegiatan bertema “Menuju UMKM Naik Kelas: Berdaya Saing, Pintar Kelola, Berani Tumbuh, dan Amanah Angsuran” itu, Amsakar juga menyerahkan secara simbolis plakat bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku UMKM penerima program pembiayaan.

Amsakar mengatakan, pembangunan daerah tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, juga menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.

“Pembangunan itu prinsipnya tiga hal, yakni mengadakan yang belum ada, meningkatkan yang sudah ada, dan memberdayakan komunitas atau masyarakat yang berada pada posisi marjinal. Pemberdayaan UMKM adalah jalan utama agar usaha rakyat bisa bangkit dan tumbuh seiring dengan industri besar,” ujar Amsakar.

Menurutnya, terdapat lima aspek yang perlu diperkuat agar UMKM Batam mampu bersaing dan terhubung dengan ekosistem industri daerah. Kelima aspek tersebut meliputi tata kelola usaha, kapasitas SDM, akses permodalan, kualitas produk dan kemasan, serta pemasaran.

Amsakar turut memaparkan sejumlah indikator makro ekonomi Batam. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat sebesar 7,28 persen, sedangkan tingkat kemiskinan pada 2025 turun menjadi 3,81 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam juga mencapai 83,8.

Selain itu, nilai investasi Batam pada semester I 2026 mendekati Rp40 triliun. Menurut Amsakar, kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia berpesan agar peserta workshop memanfaatkan pembiayaan secara optimal, mengelola usaha dengan sungguh-sungguh, serta memenuhi kewajiban angsuran sesuai ketentuan. Pelaku UMKM juga didorong memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau konsumen lebih luas, termasuk wisatawan dan pelaku usaha yang beraktivitas di Batam.

Sementara itu, Direktur BRK Syariah, Helwin Yunus, mengatakan program pembiayaan subsidi margin merupakan hasil kerja sama Pemko Batam dan BRK Syariah yang diluncurkan pada Juni 2026 untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro.

Program tersebut menawarkan subsidi margin 0 persen dengan plafon pembiayaan maksimal Rp20 juta per pelaku usaha. Hingga pertengahan Oktober 2026, outstanding pembiayaan tercatat lebih dari Rp1,1 miliar. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya pelaku usaha yang memanfaatkan program tersebut.

“Program subsidi margin ini merupakan wujud sinergi Pemko Batam dan BRK Syariah sebagai perantara keuangan berbasis syariah. Kami optimistis akses permodalan ini mampu meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja informal, serta memperkuat daya saing produk UMKM lokal,” kata Helwin.

Melalui program pembiayaan subsidi margin, dukungan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan pembekalan pengelolaan usaha, Pemko Batam berharap pelaku UMKM semakin mampu mengembangkan bisnis secara profesional, memperluas pasar, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Penanggungjawab : oktarian
Editor : Ronny Alimin
Reporter : azura aronita