Bogor, batamtv.com – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) didorong tidak hanya mencetak peserta didik berprestasi secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki keimanan, ketakwaan, akhlak, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan global.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah mengatakan, dimulainya SNT angkatan pertama menjadi momentum penting dalam penguatan sistem pendidikan nasional sekaligus memperluas akses terhadap pendidikan bermutu.
“Alhamdulillah hari ini adalah momen bersejarah di mana kita melakukan tonggak sejarah dalam satu sistem pendidikan nasional,” ujar Himmatul dalam Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT Angkatan Pertama di SNT 7 Bogor, Senin (10/8/2026).
Menurut Himmatul, angkatan pertama SNT memiliki posisi strategis karena akan menjadi rujukan dan teladan bagi peserta didik pada angkatan berikutnya. Hal serupa juga berlaku bagi kepala sekolah dan guru yang terpilih untuk menjalankan model pendidikan tersebut.
Ia mengapresiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang telah menyiapkan SNT sebagai bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Namun, Himmatul mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari capaian akademik. Keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia juga harus menjadi bagian penting dalam pendidikan.
“Percuma kalau cerdas kalau adabnya buruk, percuma kalau cerdas kalau akhlaknya buruk,” tegasnya.
Karena itu, pendidikan karakter dan nilai keagamaan perlu menjadi fondasi dalam penyelenggaraan SNT. Menurutnya, kecerdasan harus berjalan bersama tanggung jawab moral agar ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain karakter, peserta didik SNT juga perlu dibekali kompetensi yang relevan dengan tantangan abad ke-21. Himmatul menyebut kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi atau 4C sebagai keterampilan penting yang perlu dikembangkan.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dalam membangun hubungan yang positif serta menghindari komunikasi yang didasari kebencian.
“Komunikasi dengan baik, jangan komunikasi yang berdasarkan kebencian,” pesannya.
Perhatian juga diberikan terhadap perilaku peserta didik di ruang digital. Menurut Himmatul, penghinaan, fitnah, hoaks, dan komentar negatif di media sosial menjadi tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda.
Karena itu, peserta didik SNT perlu memiliki literasi digital dan kecakapan dalam memahami kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI). Kemampuan tersebut diperlukan agar generasi muda mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menggunakannya secara bertanggung jawab.
“Selain berkomunikasi kita juga harus berkolaborasi dengan yang lain supaya tercapai kerja sama yang baik. Namun di era sekarang ini dengan perkembangan teknologi digital, kita juga harus punya literasi secara digital,” ujarnya.
Himmatul berharap SNT dapat menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik dengan potensi akademik maupun nonakademik. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak anak dengan kemampuan luar biasa yang membutuhkan lingkungan pendidikan yang mampu mengembangkan potensi tersebut.
Ia mencontohkan B.J. Habibie sebagai figur yang menunjukkan bagaimana keunggulan ilmu pengetahuan dapat dikembangkan menjadi kontribusi besar bagi bangsa.
Melalui SNT dan berbagai program pendidikan unggulan lainnya, Himmatul berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu berkontribusi bagi Indonesia.
“Di sini, di sekolah terintegrasi maupun sekolah unggulan Garuda, diharapkan muncul siswa-siswi yang cerdas dan jenius menggantikan Pak Habibie berikutnya,” katanya.
Himmatul memastikan Komisi X DPR RI akan terus mendukung pengembangan pendidikan, termasuk melalui dukungan anggaran bagi Kemendikdasmen dan kementerian terkait.
Menurutnya, peserta didik SNT angkatan pertama memiliki tanggung jawab lebih besar karena menjadi bagian dari sejarah awal program tersebut dan diharapkan dapat menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
“Selamat belajar. Mudah-mudahan kita semua hari ini yang hadir menjadi saksi sejarah, khususnya di Kota Bogor, dan adik-adik menjadi suri teladan untuk generasi-generasi berikutnya,” pungkasnya.
Sumber : InfoPublik










































