Jakarta, batamtv.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadikan platform Sapa UMKM sebagai fondasi utama dalam pembinaan serta pengembangan kemitraan antara pelaku usaha mikro dengan perusahaan besar.
Asisten Deputi Kemitraan dan Rantai Pasok Usaha Mikro Kementerian UMKM, Pristiyanto, mengatakan platform tersebut dirancang untuk menghimpun data pelaku UMKM agar program pendampingan yang diberikan lebih tepat sasaran.
“Kami di Kementerian UMKM saat ini memiliki Sapa UMKM sebagai upaya membangun ekosistem penguatan UMKM agar berjalan lebih optimal,” ujar Pristiyanto dalam diskusi di Jakarta, Minggu.
Ia menjelaskan, data yang masuk dalam platform tersebut akan digunakan untuk mengklasifikasikan kondisi pelaku usaha sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri UMKM Nomor 8 Tahun 2025.
Melalui klasifikasi itu, pemerintah dapat menentukan bentuk pembinaan yang sesuai dengan tingkat kesiapan UMKM, mulai dari peningkatan kapasitas, pemenuhan standar usaha, hingga fasilitasi kemitraan dengan dunia industri.
Karena itu, pelaku UMKM didorong untuk bergabung dan mengisi data pada platform tersebut sebagai langkah awal memperoleh layanan pengembangan usaha.
“UMKM akan mengisi data, kemudian diklasifikasikan dan diberikan penanganan sesuai kebutuhannya,” katanya.
Menurutnya, pendekatan berbasis data memungkinkan pembinaan dilakukan secara lebih terarah dibandingkan pemberian program yang bersifat umum.
Setelah memenuhi standar yang ditetapkan, pelaku UMKM akan difasilitasi untuk mengikuti program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra).
Program ini menjadi jembatan bagi UMKM untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan besar dalam rantai pasok nasional.
sumber : antaranews











































