Soal Keluhan Warga Terdampak Tebaran Debu Polyvinyl Chloride, Arlon Veristo : Minggu Ini Komisi III DPRD Batam Sidak Lapangan

0
Soal Keluhan Warga Terdampak Tebaran Debu Polyvinyl Chloride, Arlon Veristo : Minggu Ini Komisi III DPRD Batam Sidak Lapangan. Tampak Anggota Komisi III DPRD Batam Arlon Veristo.

BATAM, batamtv.com – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Arlon Veristo menegaskan pihaknya sudah menjadwalkannya sidak lapangan menindaklanjuti keluhan sekitar yang terkena dampak tebaran debu yang diduga berasal dari Kawasan Latrade Industrial Tanjunguncang.

“Teman teman di komisi III DPRD, sudah menjadwalkan sidak lapangan Minggu ini, ” ujar anggota DPRD Batam Arlon Veristo menjawab media ini Rabu (17/04).

“Coba hubungi Pak Joko (Joko Mulyono, red) karena saya sekarang diluar Batam, ” saran Arlon Veristo kepada awak media ini.

Dijelaskan sidak lapangan itu untuk merespon atau menindaklanjuti keluhan warga sekitar.

“Keluhan masyarakat telah kami terima, dimana penduduk Batuaji mengalami gatal karena debu sisa produksi polyvinyl chloride (PVC) yang diterbangkan angin dari lokasi perusahaan ke pemukiman Penduduk, kami akan melakukan survei kelapangan,” ujar Arlon Veristo.

Menurut Arlon Veristo, penebaran debu dari kawasan perusahan ke pemukiman penduduk itu tidak boleh terjadi, karena ada beberapa proses perizinan yang harus diselesaikan sebelum mendirikan bisnis, terutama terkait dengan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

“Debu sisa olahan tidak boleh terbang ke permukiman penduduk. Ini pasti karena kelalaian atau kekurangan pengawasan,” ucap Arlon Veristo.

Arlon menjelaskan bahwa debu yang dihasilkan dari pemotongan material polyvinyl chloride (PVC) sangat berbahaya karena sangat halus dan dapat menyebabkan penyakit paru-paru kepada warga yang menghirup debu tersebut.

Veristo menegaskan pihakya akan melakukan survei ke lapangan dan menemui penduduk terutama warga Warga Rt02/Rw16, kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, yang terdampak langsung terkena tebaran debu sisa olahan polyvinyl chloride (PVC) dari perusahaan di kawasan Latrade Industrial Tanjunguncang tersebut.

“Paling terdampak adalah Warga RT 02/RW16, informasi bahwa penduduk telah mengalami kejadian ini selama dua tahun terakhir, dan yang paling parah terjadi selama dua bulan terakhir, warga sudah mengeluhkan adanya warga yang mengalami gatal-gatal dan sek napas, karena itu kejadian ini harus segera dihentikan,” pungkas Arlon Veristo sebagaimana dilansir media silabuskepri.

Sebelumnya, Warga melalui Ketua RT02/RW16, Karman telah mengirimkan komplain kepada perusahaan. Tetapi, komplain mereka tidak mendapat tanggapan sehingga mengadukan keluhannya tersebut kepada Anggota DPRD Kota Batam Arlon Veristo.

editor : oktarian

reporter : muhammad amin