read news – HM Rudi dan Marlin Ziarahi Makam di Pulau Penyengat

0
Wagub Kepri, Marlin Agustina (kiri) dan Walikota Batam, HM Rudi berziarah di makam di Penyengat , Kamis (19/1/2023) petang,  kembali mengunjungi pulau mas kawin Sultan Mahmud Syah kepada Raja Hamidah.  Begitu Maghrib tiba, HMR dan Marlin salat berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau, atau dikenal dengan Masjid Penyengat. ( foto : dwi susilo - batamtv.com)
Wagub Kepri, Marlin Agustina (kiri) dan Walikota Batam, HM Rudi berziarah di makam di Penyengat , Kamis (19/1/2023) petang,  kembali mengunjungi pulau mas kawin Sultan Mahmud Syah kepada Raja Hamidah.  Begitu Maghrib tiba, HMR dan Marlin salat berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau, atau dikenal dengan Masjid Penyengat. ( foto : dwi susilo - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Salah satu tempat bersejarah di Tanjungpinang adalah Masjid Penyengat di Pulau Penyengat Kota Tanjungpinang. Di dekat masjid itu, terdapat makam yang kerap menjadi tempat berziarah.

Salah satunya yang kerap berziarah di sana adalah Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) dan istri, Hj Marlin Agustina, yang tak lain adalah Wakil Gubernur Kepulauan Riau.

Keduanya terus berupaya mempertahankan tradisi ziarah . Ziarah ini sangat kental dalam kebudayaan Melayu.  Keduanya  berziarah ke sana pada Kamis (19/1/2023) petang.

Usai berziarah HMR dan Marlin salat berjamaah di Masjid Raya Sultan Riau, atau dikenal dengan Masjid Penyengat.

Masjid ini dibangun sekitar tahun 1832 oleh Raja Abdul Rahman, menggunakan campuran pasir dan putih telur dan tanah liat.

Sampai saat ini Masjid Pulau Penyengat masih terawat baik. Masjid yang ditopang oleh empat tiang beton itu tampak kukuh. Dindingnya memadukan warna hijau dan kuning keemasan. Keberadaan 17 menara dan kubah melengkapi keagungan masjid ini.

Selanjutnya HMR, Marlin melakukan ziarah ke Kompleks Makam Raja/Engku Hamidah (Engku Puteri) yang ada di dalam pemakaman ini. Setelah itu, keduanya kembali ke Batam.

Sudah Dibangun sejak Tahun 1800 – an

Pulau Penyengat menyimpan banyak kisah sejarah. Pada tahun 1800-an, pulau ini menjadi negeri tempat kediaman Sultan Riau-Lingga, di mana kekuasaannya mencakup hingga Singapura dan Semenanjung Malaysia.

Pulau Penyengat terletak di sebelah barat Kota Tanjungpinang sejauh kurang lebih 1,5 km dari Kota Tanjungpinang. Luasnya tidak lebih dari 1,5 km.

Tanahnya berbukit-bukit terdiri dari pasir bercampur kerikil, sementara pantainya umumnya landai; sebagian berumput, sebagian lagi berbatu karang.

Kini Pulau Penyengat adalah sebuah pulau kecil berstatus kelurahan yang bernama Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjungpinangkota, Kota Tanjungpinang.

Jarak Pulau Penyengat dari Tanjungpinang hanya sekitar 1,5 km. Pulau tersebut terlihat dari Kota Tanjungpinang. Waktu tempuh pompong  ke Pulau Penyengat hanya sekitar 10 menit.

Editor : Oktarian

Reporter : Dwi Susilo