
BATAM, batamtv.com – Pemprov Kepri terus berupaya untuk memperbaiki dan menambah insfrastruktur pendidikan terutama sekolah menengah atas dan sekolah kejuruan. Tidak hanya terus meambah dn memperbaiki infrastruktur di sekolah, para guru juga menjadi sasaran perbaikan karena mereka menjadia garda terdepan dalam mencerdaskan bangsa .
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat tiba di sekolah, guna meresmikan Bangunan DAK 2 lantai dengan 6 ruang kelas baru SMAN 8 Bengkong Sadai Kota Batam, Rabu (25/1).
Saat ini SMAN 8 Bengkong adalah sekolah dengan jumlah siswa terbanyak se Kepri yaitu dengan 2.124 orang murid. Mereka tergabung dalam 50 rombongan belajar, dengan 98 tenaga pendidik dan kependidikan.
Gubernur Ansar, mengatakan Pemprov Kepri terus berupaya membangun berbagai infrastruktur pendidikan, agar makin memadai. “Begitupun dengan permasalahan kesejahteraan para guru, terus kita dorong agar makin baik lagi kedepannya. Karena bagaimanapun, tenaga pendidik menjadi garda terdepan dalam proses mencerdaskan kehidupan berbangsa,” kata Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar juga akan menambah tunjangan kesejahteraan bagi para guru, termasuk tunjangan khusus buat kepala sekolah. Mengingat kepala sekokah dengan tanggung jawab yang tidak mudah, harus diapresiasi khusus.
“Maju tidaknya pendidikan disetiap sekolah bergantung sekali, dengan kepemimpinan kepala sekolah itu sendiri. Jika kepala sekolahnya cakap, maka majunya sekolah akan terlihat, ” urainya.
Provinsi Kepri, kedepan juga akan terus memenuhi kekurangan sekolah dan ruang kelas baru. Caranya, asal masih tersedia lahan, dan disitu juga terdapat masyarakat anak usia sekolah yang belum tertampung, maka bisa dibangun sekolah.
Kepala Sekolah SMAN 8 Elmi mengatakan, dengan diresmikannya bangunan baru gedung sekolah berasal dari Dana Alokasi Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Tahun Anggaran 2022, menjadikan proses belajar mengajar menjadi efektif.
Karena dengan jumlah siswa siswi yang mencapai 2.124 orang murid, mereka tidak semuanya bisa belajar secara tatap muka. Karena keterbatasan ruang belajar mengajar itu sendiri.
“Tapi dengan penambahan gedung baru 2 lantai dengan 6 ruang kelas baru, saat ini proses belajar mengajar bisa dilakukan secara tatap muka semua. Dengan 50 rombongan belajar, ” jelas Elmi.
Editor : Pariadi
Reporter : Abyaqsa Ramadan









































