read news – Diskusi Dampak Perubahan Iklim di Kepri Berlangsung di Tanjungpinang

0
Diskusi publik dampak perubahan iklim pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau (Kepri) dibuka oleh Rektor UMRAH Agung Dhamar Syakti. (Foto : dwi susilo - batamtv.com)
Diskusi publik dampak perubahan iklim pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau (Kepri) dibuka oleh Rektor UMRAH Agung Dhamar Syakti. (Foto : dwi susilo - batamtv.com)

 

TANJUNGPINANG, batamtv.com –  Diskusi publik dampak perubahan iklim pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau (Kepri) dibuka oleh Rektor UMRAH Agung Dhamar Syakti.  Ia mengatakan, dampak perubahan iklim sudah berada di depan mata, apalagi dampaknya sangat dirasakan oleh Kepri yang seluruhnya merupakan pulau-pulau kecil.

“Jadi sangat rentan dampak perubahan iklim dan pemanasan global ini untuk daerah kita,” kata Agung Dhamar Syakti saat membuka  diskusi yang digelar Universitas Raja Ali Haji (UMRAH), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang dan Mongabay.

Acara diskusi publik bertajuk “Dampak perubahan iklim terhadap pulau-pulau kecil di Kepri,” digelar di Gedung Serba Guna, Kampus UMRAH, Tanjungpinang, Rabu (14/06).

Perubahan iklim, kata Agung, paling jelas dirasakan adalah adanya cuaca ekstrem dengan rentang waktu yang cukup lama.

“Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi mahasiswa sebagai agen perubahan,” kata Agung.

Diskusi publik mendatangkan dua narasumber sebagai pemantik diskusi, yaitu Wahyudin Pusat Penelitian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PPSPL UMRAH) dan Ridzki Rinanto Sigit Direktur Mongabay Indonesia.

Wahyudin memaparkan fakta bahwa perubahan iklim sering dipahami masyarakat tidak nyata, padahal berbagai ilmiah menyebutkan hal itu fakta.

“Setelah revolusi industri peningkatan temperatur dari tahun 1800 sampai 2020 hampir menuju 1,5 derajat celcius,” kata Wahyudin di depan puluhan peserta diskusi publik.

Wahyu mengatakan, dampak perubahan iklim saat ini yang amat dirasakan oleh masyarakat pesisir adalah kenaikan permukaan air laut, gelombang laut yang kuat sehingga menyebabkan abrasi dan beberapa hal lainnya.

Menurutnya, manusia harus beradaptasi dalam kondisi apapun, termasuk beradaptasi dengan dampak perubahan iklim.

Saat ini, kata Wahyudin, pesisir di Kepri sudah mulai rusak, tidak hanya disebabkan oleh alam itu sendiri tetapi juga oleh manusia.

“Lihat saja mangrove di Kota Batam, nampak jelas hanya sedikit yang tersisa,” kata Wahyudin.

Editor : Oktarian

Reporter : Dwi Susilo