read news – Akademisi Tanggapi Pertumbuhan Ekonomi 1,81 %

0
BPS mencatat tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2022 naik 1,81 persen dibanding triwulan II 2022. Foto atas tampak aktivitas pelabuhan feri Internasional Batam Center Kamis, (10/11) yang mulai ramai menandai geliat pertumbuhan ekonomi. Foto bawah : akademisi Batam Daris Purba, S.E.I., M.S.I. (foto : muhammad amin-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Awal pekan lalu BPS merilis tren positif pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2022 naik 1,81 persen dibanding triwulan II tahun yang sama. Sedangkan bila dibandingkan secara year on year (yoy) naik sebesar 5,72 persen.

Atas data BPS ini akademisi Batam Daris Purba, S.E.I., M.S.I menyambut baik pertumbuhan ekonomi nasional.

“Informasi dan data  BPS ini tentu menggembirakan kita,” ujarnya Kamis (10/11)

Lebih lanjut Daris Purba, S.E.I., M.S.I mengharapkan tren positif pertumbuhan ekonomi ini terus meningkat kedepannya.

“Harapannya agar situasi politik, penegakan hukum, dan keamanan Indonesia semakin membaik. Karena itu adalah penentu kemajuan ekonomi negara kita,” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan di tengah banjir informasi ancaman resesi dunia, data yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) sungguh melegakan. Betapa tidak, BPS menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 secara kuartal ke kuartal (quarter to quarter/qtq) 1,81 persen. Adapun bila dibandingkan secara year on year (yoy) sebesar 5,72 persen.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal III-2022 atas dasar harga berlaku Rp5.901,2 triliun dan atas dasar harga konstan Rp2.976,8 triliun. Sebagai catatan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,44 persen (yoy) dan 3,72 persen (qtq) pada kuartal II-2022. Pada kuartal I-2022, ekonomi Indonesia tumbuh 5,01 persen (yoy) tetapi terkontraksi 0,95 persen (qtq).

Angka pertumbuhan yang dicatat BPS di kuartal III-2022, jelas di atas prediksi sejumlah lembaga ekonomi swasta dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional secara q to q hanya sebesar 1,66 persen.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2022 akan menembus 5,7 persen, sementara Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan di atas 5,5 persen.

Dengan angka pertumbuhan sebagaimana catatan BPS, menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia dapat dikatakan sangat tanguh. Angka tersebut juga bisa menjadi modal kuat ekonomi Indonesia menghadapi ancaman resesi dunia yang diperkirakan akan dimulai 2023 mendatang.

sumber : infopublik.co.id

editor: oktarian

reporter: muhammad amin