Jakarta, batamtv.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bank Indonesia (BI) meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) sebagai wadah akselerasi inovasi dan pengembangan sumber daya manusia di sektor jasa keuangan.
Inisiatif tersebut ditandai dengan penyelenggaraan DIGDAYA x Hackathon 2026 bertema “Berinovasi untuk Masa Depan, Memberdayakan Talenta Digital” yang digelar secara hybrid di Kantor BI, Senin. Kegiatan ini diikuti sekitar 1.300 peserta dari berbagai daerah.
Acara pembukaan dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas ITSK OJK Hasan Fawzi, serta jajaran Dewan Gubernur BI.
Friderica menyatakan kolaborasi antarregulator diperlukan untuk membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan. Menurut dia, program ini tidak hanya berupa kompetisi, tetapi juga proses pembinaan terstruktur bagi talenta digital.
Melalui PIDI, peserta akan mengikuti rangkaian mentoring dan pelatihan guna menghasilkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri serta memiliki dampak nyata bagi sektor jasa keuangan.
Ia menambahkan transformasi digital telah mendorong inovasi bisnis dan memperluas inklusi keuangan. Namun, percepatan tersebut perlu diimbangi penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembentukan Indonesia Anti-Scam Center untuk menekan kejahatan digital.
DIGDAYA difokuskan pada penguatan kapasitas peserta melalui pendampingan dan jejaring industri agar solusi siap diimplementasikan. Adapun Hackathon menjadi ruang kolaborasi untuk merancang gagasan inovatif dalam menjawab tantangan nasional.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, antara lain perwakilan asosiasi sistem pembayaran, fintech, modal ventura, serta lembaga pendidikan sektor keuangan. Peserta berasal dari kalangan mahasiswa, santri, komunitas digital, hingga pelaku usaha jasa keuangan.
Pendaftaran Hackathon 2026 dibuka mulai 23 Februari hingga 27 Maret 2026 melalui laman resmi PIDI untuk kategori profesional dan mahasiswa.
OJK dan BI menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sumber : matapedia6.com










































