Mengenal Arsitektur Bizantium dan Bangunan Dome of the Rock

0

Ditulis dan disusun oleh :

1.Debora Ratna Cempaka,

2.Rika Ayunda,

3.Salsabilla Putri Andhina.

Mahasiswi Jurusan Arsitektur Universitas International Batam

 

Pernah mendengar Dome of the Rock? Bangunan megah di Yerussalem ini merupakan salah satu representatif gaya Arsitektur Bizantium.

Bizantium awalnya sebutan untuk daerah Eropa Timur yang didiami koloni Yunani masa 660 SM dan berakhir menjadi bagian Kekaisaran Romawi. Sejak Romawi terpecah menjadi dua, terjadi pembangunan besar-besaran yang dari posisi tersebut mendapat pengaruh Bizantium. Sepuluh tahun terakhir Bizantium menjadi tolak ukur dalam seni di Konstantinopel.

Dari nama daerah, kini Bizantium menjadi sebutan untuk salah satu gaya arsitektur. Arsitektur yang terkhusus berkembang di bawah pengaruh Kaisar Romawi Justinianus pada abad pertengahan tahun 527-565 M. Meski demikian pengaruh yang dibawa oleh Kaisar ini berlangsung hingga jatuhnya Konstantinopel tahun 1453 maupun sampai sekarang. Banyak arsitektur bizantium terkait dengan gerejawi karena mengingat perkembangan arsitektur ini bersamaan dengan pengaruh adanya ke-kristiani-an yang mulai ada.

Kaisar Justunianus I (482-565 M), Sumber: srbskenovine.com

 

Arsitektur Bizantium memadukan detail arsitektur Barat dan Timur Tengah, meninggalkan tatanan klasik dan memiliki kolom blok dekoratif garapan dari desain Timur Tengah.

Justinianus penguasa Roma tumbuh bersama dengan orang-orang di dunia Timur juga seorang kaisar kristiani, karenanya ia memadukan metode dan detail arsitektur dari dua wilayah timur dan barat.

Dekoratif bizantim memakai dekorasi dan narasi mosaik. Di awal abad pertengahan pula arsitektur bizantium menambah eksperimen metode dan bahan seperti jendela clerestory untuk pencahayaan alami serta ventilasi bangunan. Meski dibawa lewat pembangunan gereja, gaya arsitektur bizantium memakai seni Romawi Hedonis dan tidak mengikat keharusan menggunakan keagamaan. Pembuatan makam di bawah bangunan seperti gereja kristen-romawi menjadi hal yang biasa. Meski begitu banyak kesamaan dari bangunan-bangunan gaya bizantium yaitu memiliki kubah berbentuk setengah bola di tengah-tengahnya.

Cover Seni Mosaik Constantine dan Justinianus Lunette, Sumber : Indonesiadesign.com

 

Kini mari mengenal bangunan terkenal yang terletak di Yerusaalem, kubah batu atau Dome of the Rock atau Qubbat asy Skhra. Berada dibawah pengaruh arsitektur bizantium dibangun 687-705 M. Lokasi masjid ini ada di Haram asy Sharif, Yerussalem, Palestina. Abd Al Malik perancang kubah batu melalui aliran bizantium serta ahli dekorasi mosaik pada masa kekuasaan Bani Umayyah.

Bangunan Dome of the Rock, Sumber : bethlehem.edu

 

Denah dan perpotongan Dome of the Rock, Sumber: tr.pinterest.com

Sejak dibangun, sebagaimana kubah batu, kubah silsilah merupakan bangunan poligon oktagonal yang terdapat kubah ditengahnya. Dari kubah yang menutup ini menjadikan nama bangunan yang dikenal Kubah Batu Karang atau Dome of the Rock.

Dari desain bentuk maupun titik denahnya yang perspektif dan seimbang, bisa disimpulkan jika perancangan bangunan mendasarkan pada perhitungan yang geometris.

Lingkaran paling tengahnya, empat pilaster dan sembilan kolom di tengah, maupun kolom sebanyak enam belas di setiap sudut segi delapan menyangga atap. Hal mendasar dalam mengenal Dome of the Rock sebagai bagian arsitektur bizantium lewat ciri fisik bangunan. Kita bisa melihat bentuk kubahnya yang megah namun melengkung dan lunak meski menggunakan batu yang justru terkesan kaku dan keras. Bentuk lengkungan kubah ini lah menjadikan ciri utama Dome of the Rock sebagai bangunan bergaya bizantium. Ada pun elemen dan aspek pendukung yang tak kalah penting seperti pengaplikasian material dengan mozaik yang menjadi kekhasannya. Mozaik-mozaik tersebut tidak hanya menjadi elemen dekorasi tetapi juga sebagai ornament yang menutupi bangunan di setiap sisi-sisi.

Sumber Referensi :

Archnet.org

bibleplace.com

greatbuildings.com

greelane.com