Lebih dari Separuh Dapur SPPG di Kepri Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

0
Sarana transportasi dapur SPPG untuk distribusi MBG di Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja). (sumber : antarakepri)

Batam, batamtv.com – Sebanyak 104 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Provinsi Kepulauan Riau telah memenuhi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai syarat operasional dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Regional SPPG Kepri, Anindita Ayu, menyampaikan seluruh dapur yang beroperasi di wilayah tersebut tetap berjalan dan tidak ada yang dihentikan, berbeda dengan kondisi di sejumlah daerah lain.

“Seluruhnya masih dalam proses pemenuhan persyaratan, dan sebagian besar telah mendaftar SLHS,” ujarnya saat dihubungi di Batam, Senin.

Dari total 205 dapur SPPG di Kepri, lebih dari separuh telah mengantongi sertifikat tersebut. Proses verifikasi dan pemenuhan standar masih berlangsung untuk dapur lainnya.

Ia menambahkan pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau untuk melakukan pemantauan serta pendampingan secara berkala guna memastikan seluruh dapur memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Batam, Meldasari, menyebut setiap dapur wajib memiliki SLHS paling lambat satu bulan sejak ditetapkan sebagai pelaksana program MBG.

Ketentuan tersebut mengacu pada kebijakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait percepatan penerbitan sertifikat higiene sanitasi.

Proses penerbitan dimulai dari pendampingan oleh puskesmas, verifikasi dokumen, hingga inspeksi kesehatan lingkungan oleh dinas terkait. Selain itu, dapur diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan administratif dan teknis, termasuk sertifikat keamanan pangan bagi penjamah makanan.

Setelah tahapan verifikasi, dilakukan pengujian sampel untuk memastikan kelayakan operasional sesuai standar higiene dan sanitasi.

Sumber : antarakepri