KEK Galang Batang Masa Depan Kepri

0

BINTAN, batamtv.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, adalah satu dari 18 total KEK yang ada di Indonesia yang terletak di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau. KEK Galang Batang diusulkan oleh badan usaha PT GBKEK Industri Park, yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017, dan diresmikan beroperasinya oleh Menteri Bidang Perekonomian pada waktu itu Darmin Nasution pada tanggal 8 Desember 2018.

KEK Galang Batang dikembangkan sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari kilang maupun dari proses peleburan dengan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK. PT. BAI merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berasal dari Kota Nanshang, Tiongkok.

Penasehat Senior PT. BAI yang juga merupakan Purna Bakti Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Robert Sianipar menceritakan bagaimana Pemerintah RI telah melakukan penjajakan wilayah Galang Batang sebagai wilayah investasi sejak tahun 2013. Namun pemerintah melalui Menko Perekonomian sangat hati-hati dalam memberikan izin kepada investor karena posisi Galang Batang yang dekat dengan kawasan pariwisata Bintan Resort di Lagoi.

 

“Industri pengolahan aluminium jika dekat dengan pariwisata akan saling mempengaruhi. Adanya emisi yang dapat mengganggu dunia pariwisata. Ini menjadi PR, namun akhirnya membuktikan adanya produksi SGA dengan teknologi terkini, tidak mengeluarkan emisi sehingga dapat membuka kawasan pariwisata” kata Robert.

 

Akhirnya KEK Galang Batang mendapat lampu hijau dari Pemerintah pusat dengan terbitnya PP No. 42 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang. Sebelumnya PMA memilih lokasi Galang Batang, Kepri, tentunya dengan berbagai pertimbangan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Kepri.

 

“Pertama daerah Kepri yang masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I yang mana jika keluar peraian akan langsung ke perairan internasional. Kedua, kondisi kepemimpinan di Kepri cukup akrab dan ramah dengan investor. Yang mana multiplayer effectnya akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara keseluruhan. ” ungkap Mantan Deputi IV BP Batam ini.

KEK Galang Batang yang menjadi kebanggaan Provinsi Kepulauan Riau dan Indonesia sebagai salah satu Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sumber devisa negara melalui PT. BAI telah sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 70 ribu ton Smelter Grade Alumina (SGA) ke Malaysia yang dilepas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 2 Juli 2021 yang lalu. Sejak saat itu hingga Januari 2022, PT. BAI telah mengekspor SGA dengan total sebanyak 550 ribu ton ke Malaysia dengan nilai 212 juta USD.  (red)