
Jakarta, batamtv.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta melakukan pengawasan pangan takjil di lima wilayah kota administrasi selama Ramadan 1447 Hijriah/2026.
Kepala BBPOM DKI Jakarta, Sofiyani Chandrawati, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada sentra penjualan takjil di setiap wilayah. Di Jakarta Pusat, pengawasan dilakukan di Bendungan Hilir dan Kemayoran. Sementara itu, Jakarta Barat di Jalan Panjang, Jakarta Utara di Koja, serta Jakarta Selatan di Karet.
Menurut Sofiyani, lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat penjualan makanan berbuka puasa. Petugas melakukan pengambilan sampel untuk diuji kandungan bahan berbahaya seperti formalin dan pewarna tekstil.
Apabila ditemukan produk yang tidak memenuhi ketentuan, petugas akan mengamankan barang tersebut dan menelusuri asal distribusinya. Jika produsen berada di luar Jakarta, pihaknya berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis setempat untuk tindak lanjut.
Ia menambahkan, langkah penegakan hukum juga diterapkan terhadap pelanggaran berulang. Pada 2024, seorang produsen tahu diproses secara hukum setelah sebelumnya mendapatkan pembinaan dan sanksi administratif.
Berdasarkan hasil pengawasan pada 2025 di sentra takjil dan ritel modern, BBPOM DKI menguji 147 sampel. Sebanyak enam sampel atau 4,1 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat, sedangkan 141 sampel atau 95,9 persen dinilai layak konsumsi. Temuan pelanggaran antara lain pada produk tahu dan penggunaan pewarna Rhodamin B.
Sumber : antaranews.com










































