
TANJUNGPINANG, Batamtv.com – Ratusan Jamaah Muhammadiyah di Kota Tanjungpinang mulai melaksanakan salat tarawih perdana pada Selasa (17/2) malam. Hal ini menyusul penetapan 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu 18 Februari 2026.
Penetapan tersebut merujuk pada maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab.
Berdasarkan pantauan dilapangan, masjid At Taqwa Komplek Kauman Batu 8 atas Tanjungpinang Timur, dipadati jamaah hingga bagian teras luar masjid.
“Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah mengeluarkan maklumat nomor 2 Tahun 2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1447 Hijriah,” ujar Ustadz Amril selaku Pengurus Masjid At-Taqwa.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tanjungpinang, Nazaruddin yang menjadi penceramah perdana di masjid At-Taqwa tersebut mengajak agar lebih banyak bersyukur serta bersholawat, semoga mendapat syafaat.
“Syafaat itu artinya memperoleh pertolongan, perantaraan, atau pembelaan, khususnya dari Nabi Muhammad SAW atas izin Allah SWT di hari kiamat,” ucapnya.

Dalam tausiyahnya, Nazaruddin juga menyinggung terkait kondisi bangsa yang cukup memprihatinkan, diantaranya musibah bencana alam terjadi di sejumlah daerah, seperti banjir di Sumatera.
“Alhamdulillah di Kota kita ini sudah dibasahi air hujan, dan semoga tidak ada banjir,” ujarnya.
Menurut Nazaruddin peristiwa bencana alam yang terjadi tak lain diiakibatkan ulah perbuatan manusia, bahkan dijelaskan dalam QS. Ar-Rum: 41: Allah menegaskan, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”.
Menurutnya bencana tersebut bertujuan agar manusia merasakan sebagian dampak perbuatan mereka dan kembali ke jalan yang benar.
“Ramadhan adalah momentum terbaik bagi kita untuk bertobat bahkan meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah serta kepedulian sosial, dengan saling berbagi di mana setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya,” ajak Nazaruddin.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo









































