Prabowo Bantah Menang Pilpres Akibat Bansos

0
Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto memberikan keterangan pers saat menghadiri rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih Pemilu 2024 di depan Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (24/4/2024).( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

JAKARTA,batamtv.com, – Presiden terpilih Prabowo Subianto menganggap tudingan bisa memenangkan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 akibat politisasi bantuan sosial (bansos) hanya tuduhan kosong.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara khusus bersama Al Jazeera yang disiarkan pada Sabtu (11/5/2024) malam pekan lalu, seperti dikutip dari Kompas.id pada Minggu (12/5/2024).

Prabowo juga menganggap pihak-pihak yang menuduhnya menang dalam Pilpres akibat politisasi bansos hanya kelompok “egois.”

“Mudah untuk menuduh, tetapi ketika diawasi dengan saksama dan dan tepat, Anda akan menemukan bahwa tuduhan-tuduhan itu sangat-sangat kosong, tuduhan yang sangat egois,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, program bansos sudah bertahun-tahun dijalankan dan disetujui semua fraksi partai politik di parlemen.

Dia mengambil contoh bisa meraup perolehan suara tinggi di tempat pemungutan suara luar negeri (TPSLN), padahal warga Indonesia yang bermukim di negara lain tidak menerima bansos.

Prabowo juga kalah dalam perolehan suara di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat. Padahal di kedua provinsi itu juga dilakukan pembagian bansos.

“Semua bantuan sosial ini diberikan ke seluruh provinsi dan saya kalah dalam dua di antaranya,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, kemenangannya pada Pilpres 2024 disebabkan oleh berbagai faktor. Dia menyebut faktor itu adalah pengalamannya yang pernah dua kali menjadi capres, yaitu pada Pilpres 2014 dan 2019. Prabowo Subianto tercatat menang Pilpres 2024 dengan perolehan suara melebihi 58 persen.

Dia menang dari 2 pesaingnya, yakni Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo. Perolehan suara Prabowo tercatat unggul di 36 dari 38 provinsi.

Salah satu yang dipersoalkan dalam gugatan itu adalah dugaan politisasi bansos. Akan tetapi, majelis hakim Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak memiliki cukup bukti dan meyakini bansos dari pemerintah memengaruhi pilihan pemilih pada Pilpres 2024.

Prabowo Subianto mengakui salah satu faktor yang membuatnya menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 adalah limpahan elektoral akibat “efek Jokowi”.

“Saya pikir efek Jokowi juga benar-benar membantu saya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, faktor kedekatan dan dukungan politik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) menguntungkan dirinya dalam Pilpres 2024. Sebab persentase angka kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi juga cukup tinggi yakni mencapai 83 persen.

Di sisi lain, Prabowo juga menganggap efek Jokowi menguntungkannya secara politik karena dia menggandeng wakil presiden Gibran Rakabuming Raka. Gibran merupakan anak sulung Jokowi.

Selain itu, limpahan elektoral akibat efek Jokowi juga dianggap sebagai dampak dari kepuasan masyarakat yang merasakan komitmen dari pemerintahannya buat memperbaiki kondisi masyarakat, terutama kalangan masyarakat miskin.

Selain itu, Gibran juga dianggap memiliki daya tarik kepada pemilih muda yang jumlahnya mencapai 52 persen dari keseluruhan pemilih.

Gibran yang berusia 36 tahun disebut mampu menarik pemilih muda yang peduli terhadap isu pekerjaan, pendidikan, dan kesetaraan.

Editor : Sofyan Atsauri

Sumber : Kompas.com