read news – Indonesia Usung Tiga Elemen Kolaborasi Ekonomi Digital di UNCTAD E-Commerce Week 2023 Jenewa

0
Sekjen Kominfo Mira Tayyiba (Humas Kominfo)

batamtv.com – Indonesia mengusung tiga elemen utama berprinsip inklusivitas dalam penerapan visi dan strategi ekonomi global.

Elemen yang inklusif dan berkelanjutan tersebuut mengemuka pada pertemuan High Level Dialogue UNCTADE-Commerce Week 2023 yang digelar United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di Jenewa, Swiss.

“Ketiga elemen tersebut diantaranya adalah sentralitas pada aspek manusia (human-centricity), komitmen untuk hidup berdampingan (co-exist) dan bersama-sama menciptakan (co-create) fair playing field, dan ruang kesempatan yang adil juga setara bagi semua orang untuk berkembang,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kominfo), Mira Tayyiba, di Jenewa Swiss, seperti dikutip pada Sabtu (9/12/2023).

Elemen pertama adalah teknologi digital perlu dikembangkan yang bukan hanya derdasarkan aspek kemutakhirannya saja, tetapi juga harus menghormati nilai dan keberagaman manusia.

Contohnya misinformasi dan disinformasi hasil produksi oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang menyebabkan kegaduhan sosio-politik dan perangkat lunak pengenalan wajah yang bias terhadap kelompok masyarakat tertentu menyebabkan kesalahan penangkapan oleh aparat.

“Ini semua menjadi pengingat bahwa pengembangan teknologi digital harus mengutamakan sentralitas pada aspek manusia,” ungkapnya.

Elemen kedua berkaitan dengan solusi kolaboratif antaranegara maju dan negara berkembang, antara produsen teknologi dengan pengguna teknologi, serta antara perusahaan teknologi global dengan para pemain industri lokal.

Menurut Mira, kolaborasi antarpihak tersebut bersifat krusial karena di balik kemajuan teknologi yang pesat, terdapat ketidakseimbangan ekonomi yang berpotensi menimbulkan masalah baru bagi negara-negara berkembang.

“Dengan memahami bahwa teknologi digital pada umumnya dikembangkan oleh negara maju dan kecanggihannya terkadang belum cukup menjawab berbagai tantangan unik yang dihadapi oleh negara berkembang, kita membuka pintu untuk solusi kolaboratif untuk menangani ketidakseimbangan dalam ekonomi digital global,” jelas dia.

Sedangkan elemen ketiga, adalah kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat untuk dapat berkembang di era digital dalam membangun masa depan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Dia menjelaskan berbagai upaya langkah nyata yang perlu ditempuh oleh seluruh negara, seperti penyediaan konektivitas digital yang dapat diakses, terjangkau, dan memadai; fasilitasi pelatihan literasi dan kecakapan digital, hingga pelindungan masyarakat dari penyalahgunaan atau penyalahgunaan teknologi.

“Teknologi digital harus mampu menjadi kapal yang stabil untuk membawa semua pihak menuju masa depan yang lebih baik: mengarungi lautan inovasi dan kemajuan untuk membawa konektivitas, peluang, dan pertumbuhan ke seluruh pelosok dunia,” kata Mira Tayyiba.

Ketiga elemen itu juga disuarakan panelis yang mewakili berbagai pemangku kepentingan sektor digital Indonesia, seperti Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa Duta Besar Febrian A. Ruddyard, Deputi Wakil Tetap RI I Duta Besar Achsanul Habib, serta Kepala Pusat Kelembagaan Internasional Setjen Kementerian Kominfo Ichwan Makmur Nasution.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebecca Grynspan menyatakan strategi yang sinergis pada level global diperlukan untuk mewujudkan masa depan ekonomi digital dunia yang inklusif serta berkelanjutan.

“Memastikan proses yang inklusif dalam strategi digital global sangatlah penting, dan strategi ini harus mampu bertahan terhadap dinamika yang ada,” ungkapnya.

Selain Sekretaris Jenderal UNCTAD, perwakilan pemimpin dunia dalam sektor digital hadir sebagai panelis antara lain, Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU), Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Teknologi, CEO Mozilla Corporation dan Chairwoman Mozilla Foundation, CEO Jumia, Direktur Africa Law Tech, dan Senior Vice President Omidyar Network.

sumber : infopublik.id