
BATAM, batamtv,com – Kota Batam saat ini mengalami penambahan penduduk miskin. Pertambahan ini salah satunya dipengaruhi oleh dampak dari pandemi covid sehingga membuat ekonomi warga menurun.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan penambahan ini menjadikan Pemko Batam berniat untuk melakukan penguiatan ekonomi dalam rangka menekan angka pertambahan penduduk miskin.
Amsakar menyebut, bahwa data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan data terbaru untuk angka kemiskinan Batam adalah 65.882 orang.
Sebagai Ketua Pengentasan Kemiskinan Kota Batam, Amsakar Achmad merasa bertanggungjawab tugas selama satu tahun ke depan adalah memastikan warga miskin ini bisa meningkat taraf hidupnya, dan keluar dari data miskin.
Ia menyebutkan ada pertambahan kurang lebih tiga ribu orang selama periode 2020-2022. Hal ini diakibatkan karena adanya penurunan ekonomi, dan sektor informal karena Covid-19.
Pemko Batam menyiapkan program untuk meminimalisir dan mengentaskan kemiskinan di Batam. Langkah pertama adalah memastikan 65.882 ini ada kesesuaian by name-by address.
Selanjutnya, beberapa program pengentasan kemiskinan sudah disiapkan. Warga miskin yang terdaftar tersebut dipastikan terakomodir dengan program pengentasan kemiskinan yang sudah dibuat.
Wakil Wali Kota Batam ini juga menyebutkan ada program Kartu Indonesia Pintar (KIP) ketika mereka ingin sekolah, ada Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk pengobatan.
Berikutnya ada program bedah rumah, bantuan sembako, beasiswa, jaminan persalinan, hingga Jamkesda.
“Ini program yang terintegrasi. Dan tahun ini kalau data 65.882 tersebut sudah valid, mereka akan dapat program ini. Pemko Batam memastikan hal ini, agar tahun depan angka kemiskinan bisa berkurang dari upaya yang kami lakukan ini,” ujarnya usai menghadiri rapat di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (11/1).
Amsakar mengungkapkan tujuan dari rapat tadi adalah memastikan angka kemiskinan valid. Selain itu memastikan warga miskin mendapatkan manfaat dari program pengentasan kemiskinan di Batam.
“Satu data dan terpusat. Sehingga satu keluarga bisa merasakan manfaat yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan yang mereka butuhkan dalam pengendalian kemiskinan,” tutup Amsakar.
Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin









































