
BATAM, batamtv.com – Demam piala dunia berpuncak Minggu (18/12/2022) malam menjelang pergantian hari. Momen ini tidak disia siakan oleh para penggemar sepak bola di penjuru dunia. Termasuk di Batam , pagelaran nonton bareng di Batam digelar di berbagai penjuru.
Seperti di Kafe Bintang Kopi , lokasi nongkrong yang ada di Kompleks Universitas Batam yang ada di Batam Kota . Ada yang membuat suasana nonton disana menjadi spesial lantaran dihadiri langsung oleh orang nomor 1 di Kepri yaitu Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
Ansar Ahmad juga tidak sendirian. Dia juga ditemani oleh Soerya Respationo , mantan wakil gubernur Kepri.
Hadir juga tim Percepatan Pembangunan Kepri Said Erwansyah, sejumlah kepala OPD, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh pemuda, wartawan dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Di laga final ini Gubernur Ansar mendukung tim Prancis, begitu juga Soerya Respationo. Meskipun tim dukungannya, kesebelasan Prancis akhirnya kalah melalui drama adu pinalti, Gubernur Ansar tampak legowo dan mengatakan bahwa dalam pertandingan selalu ada yang menang dan ada yang kalah.
“Kita lihat sendiri tadi, keduanya bermain sangat bagus. Di babak awal Argentina menguasai pertandingan dan berhasil unggul duluan 2-0 . Namun di babak kedua justru Prancis berbalik yang menguasai pertandingan. Dan terbukti keduanya bermain imbang hingga akhir pertandingan dan harus melalui drama adu pinalty,” kata Ansar.
Menurut Ansar kalahnya Tim Prancis melalui drama adu pinalty melawan Argentina merupakan kekalahan yang menurutnya bisa diterima dengan legowo. “Adu pinalty ini sudah masalah mental, baik mental eksekutor maupun mental penjaga gawangnya,” katanya sambil tertawa.
Ansar juga tampak senang karena masyarakat yang ikut nonton bareng dalam kesempatan ini cukup ramai. Meskipun terbagi antara kubu pendukung Argentina dan pendukung Prancis, namun kedua kubu tetap saling menjaga ketertiban dan keamanan.
Masyarakat yang memadati kedai kopi semuanya tampak terlibat dalam uporia. Ketika tim dukungannya berhasil membuat gol masyarakat tampak senang dan bersuka ria sambil lonkt-loncat kegirangan. Sementara bagi yang timnya kebobolan tampak berdiri sambil memperlihatkan wajah kecewa.
Editor : Pariadi
Reporter : Abyaqsa Ramadhan








































