read news – Silaturahmi Kader Partai Demokrat Batam Ajang Kritisi Ketua M Al Ichsan

0
Suasana pertemuan silaturahmi kader Demokrat Batam di Hotel 89 Penuin (20/09). (foto:aby-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Sedikitnya 30 Orang Kader Partai Demokrat Kota Batam menghadiri pertemuan yang digelar di Hotel 89 Penuin Selasa malam (20/09).

Dalam pertemuan yang bertajuk Silaturrahmi Kader Partai Demokrat non struktural ini terungkap sejumlah poin penting. Diantaranya saling sindir di medsos antar sesama kader, meeting zoom atau daring yang tidak diikuti Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Batam, tanggal 9 September 2022 lalu dan Penyusunan Pengurus Struktur DPC Partai Demokrat Kota Batam yang dinilai melanggar AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO).

Dalam pertemuan itu kader demokrat Aksa Halatu mengajak yang hadir sepakat bahwa pertemuan tersebut murni keinginan semua yang hadir bukan keinginan sejumlah nama dan pribadi.

“Kita tidak ingin kesan yang muncul pertemuan ini keinginan orang per-orang saja. Misalnya keinginan Mesrawati atau nama siapa yang lain. Namun dasar pertemuan ini murni merupakan keinginan kita bersama demi Partai Demokrat Kota Batam,” ujar Aksa.

Usai pertemuan, Aksa mengakui pertemuan ini merupakan bentuk saran, pesan dan masukan kepada Pengurus Partai Demokrat Kota Batam dibawah kepemimpinan M. Al Ichsan.

“Awalnya Saya yang membawa M. Al Ichsan ke Partai Demokrat dengan harapan membereskan dan membesarkan partai. Namun seiring berjalannya waktu ditemukan penyimpangan atau pelanggaran AD/ART Partai,” ujar Aksa.

Sementara itu Ketua DPD Perempuan Demokrat Republik Indonesia (PDRI) Prov. Kepri Mesrawati Tampubolon menegaskan pertemuan ini bukan untuk mengkudeta atau melengserkan kepengurusan M. Al Ichsan, namun memberikan saran, pesan dan masukan agar menjadi perhatian serius.

“Pertemuan ini Silaturrahmi antar sesama Kader Non-Struktural. Tidak ada niat menggalang kekuatan untuk melengserkan atau mengkudeta,” ujar Mesrawati.

Lebih lanjut Mesrawati menjelaskan pertemuan ini untuk meluruskan saling sindir di medsos antar sesama Internal Keluarga Besar Partai Demokrat Kota Batam,” ujarnya.

Mesrawati juga membenarkan dugaan adanya pelanggaran AD ART Partai dalam proses Penyusunan Struktur Kepengurusan DPC Partai Demokrat Kota Batam.

Dia mencontohkan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO), dalam penyusunan struktur pengurus DPC, Ketua terpilih melibatkan DPP, DPD, DPC Demisioner beserta lima unsur PAC.

“Namun kenyataannya dalam penyusunan kepengurusannya, Ketua terpilih M. Al Ichsan tidak mematuhi PO tersebut,” sebut mantan Anggota DPRD Kota Batam 2 Periode ini.

Dia menambahkan Kepengurusan DPC PD Kota Batam sekarang didominasi banyak wajah baru yang tidak berkeringat membesarkan Partai.

“Bagaimana orang baru bisa merawat konstituen Demokrat bila orang baru itu tidak memiliki basis massanya. Apalagi ada Pengurus DPC PD Batam yang sebelumnya merupakan kader partai lain langsung direkrut menempati pos-pos yang krusial,” timpal kader partai Demokrat lainnya.

Apakah pertemuan seperti ini akan berlanjut ? Mesrawati tidak menafikan pertemuan ini berlanjut lagi kedepannya.

Ketua PAC Nongsa Mukhlish Awaliyah juga membenarkan sejumlah poin penting saran dan kritikan yang ditujukan kepada Ketua Al Ichsan.

“Bukan hanya melanggar PO saja, soal Administrasi Surat Menyurat juga kurang tertib. Mas bisa lihat ini Undangan Acara Peresmian kantor Sekretariat kemarin,” ujar Mukhlish Awaliyah sambil menunjukkan foto Undangan di ponselnya.

Seirama dengan Mukhlish Awaliyah, Ketua PAC Bulang Andi mengakui tidak dilibatkan dalam penyusunan Pengurus DPC Partai Demokrat Kota Batam yang baru.

“Tidak ada kami dilibatkan, bang,” tegas Andi.

Pertemuan tersebut selain dihadiri 3 PAC, organisasi sayap, juga dihadiri mantan anggota DPRD dan mantan Caleg partai Demokrat kota Batam.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah terkait ini, Ketua DPC Demokrat Kota Batam M. Al Icshan membantah tudingan mereka dan meluruskannya.

Lebih lanjut Ichsan menjelaskan sebagai orang yang paham dan malang melintang dalam berorganisasi dia pasti akan mematuhi AD/ART dan peraturan organisasi (PO).

“Mana buktinya saya melanggar AD/ART Partai dan PO. Tunjukkan..!,” tantang Icshan.

Soal meeting zoom atau daring tanggal 9 September lalu yang tidak dihadiri anggota fraksi, Ichsan mempertanyakan dimana letak kesalahannya.

“Yang bersangkutan berhalangan mengikuti zoom meeting, ya kita maklumi. Jadi mau gimana lagi,” tanya Icshan.

Ichsan juga membantah dalam menyusun struktur kepengurusan DPC, dia melanggar AD/ART dan peraturan organisasi atau PO partai

“Kepengurusan DPC belum dibentuk dan belum revisi, jadi aturan mana yang saya langgar,” tanya Icshan lagi.

Icshan juga mengaku tidak bisa sendirian dan membutuhkan bantuan senior dalam menjalankan roda organisasi.

“Tidak ada senior yang ditinggalkan, kita rangkul semua senior,” tegas Icshan lagi.

Icshan juga menjawab tudingan merekrut pengurus partai lain akan kontraproduktif bagi partai.

“Kita tidak boleh underestimate sama seseorang meskipun dulu pengurus partai lain,” sebut Icshan.

Ichsan mengaku sebagaimana manusia biasa, dia tidak bisa memuaskan semua pihak.

“Ada yang minta ini, minta itu. Posisi ini, jabatan itu. Lalu tidak diakomodir, ujung ujungnya tidak puas. Saya bukan alat pemuas,” seloroh Icshan.

Ichsan mengaku tidak alergi dengan saran dan kritikan yang sifatnya konstruktif membangun dan membesarkan partai.

“Sampaikan dengan cara santun elegan dan sesuai aturan,” tambahnya.

Diujung wawancara via video call, Icshan mengajak semua elemen keluarga besar partai Demokrat Batam untuk bersatu padu, membesarkan partai, tidak membuang energi kepada hal hal yang tidak perlu. karena waktu terus berjalan dan pemilu semakin dekat.

“Parameter gagal atau keberhasilan kinerja kepengurusan partai Demokrat Batam sekarang bisa diukur pada hasil pemilu 2024 mendatang, ” pungkas Ichsan sembari menambahkan usai pemilu 2024 merupakan timing yang pas untuk mengevaluasi kinerja kepemimpinannya. (aby)