Opini – Ngobrol Kosong Ngalor Ngidul, “Wis wayahe”

0
Muhammad Hakim (kiri), Samroni (tengah), Sukatno (paling kanan). /aby-batamtv.com

Oleh : Sukatno (Tokoh Masyarakat Tanjung Buntung)

Malam itu beberapa hari yang lalu saya bersama teman teman tanpa sengaja dan tanpa janjian bertemu dengan sejumlah teman di sebuah cafe di bilangan Bengkong.

Kami berada di cafe yang sama karena sebelumnya sudah janjian bertemu dengan masing masing teman kami dan tentunya dengan urusan masing masing.

Setelah selesai dengan urusan masing teman, kami kumpul bersama dalam satu meja.

Obrolan kosong atau ngalor ngidul menghiasi pembicaraan hampir 3 jam kami duduk bersama.

Topik pembicaraan mulai dari soal lingkungan RT/RW, ekonomi dan bisnis, kepemudaan, dan berujung ke pembangunan serta kemajuan kota Batam.

Tentu saja kami ingin kota Batam yang sudah maju berkembang pesat saat ini, lebih maju lagi kedepannya.

Kami tidak ingin kota Batam yang menjadi tanah tumpah darah kami mengalami kemunduran.

Meski kami komunitas kecil di kelurahan Tanjung buntung Kecamatan Bengkong, namun kami ingin Batam bertambah maju tumbuh pesat dan semakin pesat.

“Wis wayahe,” seloroh teman spontanitas.

Dua potong kalimat yang keluar dari mulut teman itu sarat makna dan penafsiran..

“Wis wayahe atau sudah waktunya, ” Hmm..