BATAM, batamtv.com – Peristiwa Lakalantas terjadi di ruas jalan Raja H. Fisabillah, Batam Kota pada hari Kamis (25/11) kemarin sekitar pukul 15:20 petang. Insiden tabrakan melibatkan dua unit mobil jenis dump truk. Akibatnya satu unit dump truk Nopol BP 9472 HG yang berisi muatan tanah terguling dan muatannya tumpah berserakan di jalan raya.
Selain itu satu unit mobil dump truk dengan nopol BP 9143 EU mengalami kerusakan bagian depannya ringsek dan kaca mobil pecah berserakan di jalan raya. Insiden tabrakan itu membuat arus lalu lintas di seputaran jalan H. Raja Fisabillah mengalami kemacetan. Puluhan mobil dump truk pengangkut tanah harus memutar arah agar bisa mengantarkan tanah ke Sungai Nayon, Bengkong Sadai.
Dalam peristiwa tabrakan itu, batamtv.com sempat mengkonfirmasi kedua sopir mobil dump truk yang tabrakan tersebut.
Sopir mobil dump truk BP 9472 HG merk Isuzu, Dandi, mengatakan, ia melaju dari arah bundaran Madani menuju Sungai Nayon, Bengkong Sadai. Namun tiba-tiba seorang pengendara sepeda motor berada di depannya dan membuatnya terkejut.
“Saya tadi berada di jalur tengah, tiba-tiba ada pengendara motor perempuan yang hendak memotong dump truk BP 9143 EU dan mengambil jalur tengah. Lalu saya putar kemudi ke arah kanan. Dengan situasi mobil yang saya kendarai tidak stabil membuat saya menabrak mobil dump truk BP 9143,” kata Dandi saat ditemui di lokasi kejadian.
Dandi bercerita peristiwa tabrakan itu mengakibatkan tangan kanannya terlebih di bagian siku mengalami luka.
Dandi mengaku sudah setengah jam duduk di trotoar jalan dengan tangan terluka akibat tabrakan itu.
“Saya belum berobat karena masih menunggu tauke datang. Tauke saya orang Costarina bernama Pohan. Saya tidak tahu nama PT-nya [perusahaan, red] karena masih baru sekitar tiga bulan,” ucap Dandi.
Dalam kesempatan yang sama batamtv.com juga mewawancarai sopir mobil dump truk BP 9143 EU yang bernama William. Dia membenarkan peristiwa tabrakan itu bermula karena pengendara mobil BP 9472 HG merk Isuzu berusaha menghindari pengendara motor yang berada di jalur tengah namun karena berkecepatan tinggi mengakibatkan insiden lakalantas tidak bisa dihindari.
“Dia [supir mobil dump truk BP 9472 HG, red] datang dari arah berlawanan dengan kecepatan cukup tinggi, selanjutnya ada motor yang berjalan di jalur tengah dan dia berusaha mengelakan motor itu. Karena terlalu laju makanya saya di tabrak ” Kata William.
Dia mengaku awalnya sudah sempat berhenti untuk menghindari tabrakan itu dan bersiap-siap untuk keluar dari mobil supaya tidak terluka. “Tiba-tiba mobilnya sudah di depan mobil saya dan tabrakan tidak terhindari lagi, dan mengalami luka tangan,” ujar William.
Berselang waktu sekitar 45 menit kemudian, dua orang anggota kepolisian dari Unit Lalu Lintas Polresta Barelang tiba di lokasi.
Dalam kesempatan itu JP awak redaksi batamtv.com, mewawancarai anggota Satlantas Polresta Barelang, Bripka Hendi. Dia menceritakan peristiwa kejadian tabrakan itu.
“Mobil dump truk dari arah bundaran Madani hendak ke Ocarina mengalami lepas kendali untuk menghindari R2 [sepeda motor] dan mobil itu oleng karena tikungan dan jatuh hingga menabrak lori yang ada di dekatnya,” kata Bripka Hendi kepada batamtv.com di lokasi kejadian.
Bripka Hendi menambahkan insiden tersebut tidak menimbulkan korban meninggal dunia, namun mengalami kerugian materil saja.
“Selanjutnya akan dipanggil kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi. Kalau tidak bisa baru dibawa ke unit laka lantas,” ucap Bripka Hendi.
Menurut Bripka Hendi mobil dump truk dengan BP 9143 EU yang dikendarai William milik PT Golden Beach. Kalau mobil dump truk BP 9472 HG yang dikemudikan Dandi milik perseorangan atau pribadi.
Bripka Hendi mengaku telah mengantongi SIM milik William dan STNK kedua mobil dump truk yang terlibat tabrakan. “Kalau SIM Dandi tidak ada. Apakah ketinggal di rumah? Itu saya belum mengetahuinya,” tutup Bripka Hendi. (JP)









































