PLN Percepat Transisi Energi melalui Pengembangan PLTS 100 GWp

0
Sumber : InfoPublik

Jakarta, batamtv.com – PT PLN (Persero) terus mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dalam sistem kelistrikan nasional.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia.

“Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia,” kata Darmawan dalam keterangan resmi, Kamis (3/9/2026).

Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pemanfaatan energi surya juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

Program PLTS 100 GWp diproyeksikan mampu mengurangi emisi GRK hingga 140,16 juta ton CO₂ per tahun sekaligus membuka potensi pasar karbon sekitar Rp6,31 triliun.

Pada tahap awal, program tersebut mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5,3 GWp yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengembangan tahap awal ini berpotensi menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga 319.998 kiloliter per tahun serta mengurangi penggunaan gas alam sebesar 35,66 ribu MMSCF per tahun.

Program tersebut juga berpotensi menghemat APBN hingga Rp4,6 triliun per tahun untuk biaya listrik.

“Dengan meningkatkan pemanfaatan energi surya, kita dapat mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil, sekaligus menciptakan efisiensi biaya energi. Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah,” ujar Darmawan.

Darmawan menambahkan, pengembangan PLTS yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kelistrikan nasional.

Teknologi penyimpanan energi tersebut memungkinkan energi surya yang bersifat intermiten diintegrasikan secara lebih optimal ke dalam sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi domestik dan terbarukan.

Selain manfaat lingkungan dan efisiensi energi, Program PLTS 100 GWp juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.

Secara keseluruhan, program tersebut diproyeksikan menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja, terdiri atas 3,465 juta di sektor konstruksi dan 2,053 juta di sektor manufaktur.

Sumber : InfoPublik