BP Batam Evaluasi Biaya Logistik, Jaga Efisiensi dan Daya Saing Pelabuhan

0
Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya logistik sebagai upaya menjaga efisiensi rantai pasok dan memperkuat daya saing Batam. (foto : sonia nurulaini-batamtv.com)

Batam, batamtv.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur biaya logistik guna menjaga efisiensi rantai pasok dan memperkuat daya saing kawasan.

Sebagai bagian dari proses tersebut, BP Batam memutuskan menunda implementasi penyesuaian tarif layanan peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar hingga 31 Agustus 2026.

Bagi pengguna jasa yang telah membayar dengan tarif baru, BP Batam memastikan akan mengembalikan selisih pembayaran tersebut.

Keputusan ini diambil setelah melalui dialog bersama asosiasi pelaku usaha, operator terminal, pelaku logistik, serta pemangku kepentingan lainnya dalam pertemuan di IT Center BP Batam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan evaluasi ini bertujuan memastikan kebijakan kepelabuhanan tetap memberikan manfaat bagi dunia usaha tanpa mengurangi daya saing.

“Setiap kebijakan harus mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai kawasan logistik dan investasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, transformasi TPK Batu Ampar terus dilakukan melalui modernisasi fasilitas, peningkatan produktivitas, serta perluasan konektivitas pelayaran internasional.

Hal tersebut tercermin dari peningkatan volume bongkar muat yang mencapai 222.131 TEUs pada periode Januari hingga Mei 2026 atau tumbuh 16 persen, dengan produktivitas mencapai 40 box per jam.

Denny menambahkan, hasil diskusi menunjukkan bahwa tarif layanan pelabuhan hanya menyumbang sekitar 18 persen dari total biaya logistik rute Batam-Singapura, sementara sebagian besar biaya berasal dari komponen feeder dan transshipment.

Ke depan, BP Batam akan terus membuka ruang dialog dengan pelaku usaha guna mengkaji struktur biaya logistik secara komprehensif, termasuk keterkaitan antara pelayanan, investasi infrastruktur, dan efisiensi operasional.

“Setiap kebijakan akan disusun secara terbuka, berbasis data, dan melalui dialog dengan dunia usaha agar mampu meningkatkan kepercayaan investor,” tegasnya.

BP Batam berharap langkah ini dapat menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih modern, efisien, dan kompetitif di tingkat regional.

Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : sonia nurulaini