Jakarta,batamtv.com, – Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Danny Yulianto menegaskan, Polri akan menindak berbagai aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) yang ada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Pusat.
“Dan tidak ada cerita bahwa kemudian polri takut melakukan penindakan (terhadap ormas),” kata Danny dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (12/5/2025).
Eks Kapolres Banjar itu juga menegaskan, polisi akan mengerahkan segala upaya demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dari gangguan ormas yang meresahkan.
“Kami yakin juga didukung oleh pemerintah daerah dan juga seluruh unsur,” ucap Danny. Di sisi lain, Danny menyayangkan tidak sedikit warga yang menjadi korban pemerasan juru parkir (jukir) liar atau “pak ogah” berkedok ormas enggan melaporkan peristiwa yang dialaminya ke polisi.
Hal ini menjadi salah satu kendala bagi aparat dalam memberantas aksi premanisme berkedok ormas, mengingat laporan polisi (LP) merupakan dasar bagi petugas untuk memulai penyelidikan terhadap suatu dugaan tindak pidana.
“Nah kemudian yang kedua, kendala yang kami hadapi juga adalah keengganan dari para korban untuk melaporkan,” ujar Danny. “Saat diminta untuk menjadi pelapor, diminta menjadi saksi, mereka menganggap tidak worth it. Hanya sekedar dari uang Rp 50.000, Rp 100.000, itu harus terlibat langsung proses penyelidikan,” tambah dia.
Dalam memberantas aksi premanisme berkedok ormas, warga diminta harus berperan aktif untuk bekerja sama dengan petugas, salah satunya adalah membuat LP.
“Di mana titiknya? Kapan terjadi? Kalau bisa, siapa orang-orang yang melakukan pemerasan? Atau kalau perlu, ormas mana?” tegas eks Kapolres Banjar tersebut. Dengan membuat LP, polisi menjamin keselamatan korban. Adapun Polres Metro Jakarta Pusat menetapkan sembilan anggota ormas sebagai tersangka terkait kasus pemerasan selama Operasi Berantas Jaya 2025 berlangsung hingga Senin (12/5/2025).
Selain itu, Polres Metro Jakarta Pusat sejauh ini telah menertibkan 300 bendera dan spanduk ormas yang terpasang secara ilegal atau tanpa izin. Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Berantas Jaya 2025 yang berlangsung selama 15 hari, mulai 9 hingga 23 Mei 2025. Operasi ini menyasar segala bentuk aksi premanisme, baik yang dilakukan secara individu maupun secara berkelompok.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto menyatakan, operasi ini melibatkan 999 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rinciannya, 663 personel berasal dari Polri, 306 dari TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara, serta 30 personel dari Pemprov DKI Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang lebih kondusif. “Tidak ada toleransi dan tidak ada pengecualian,” tegas Irjen Karyoto dalam apel gelar pasukan di Lapangan Silang Monas Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com











































