
Kyiv,batamtv.com,- Ukraina untuk kali pertama menembakkan rudal pasokan dari Inggris, Storm Shadow, ke Rusia, menurut laporan media-media Inggris pada Rabu (20/11/2024). Beberapa rudal diluncurkan terhadap setidaknya satu target militer Rusia, kata Financial Times, mengutip pejabat Barat yang tidak disebutkan namanya.
The Times menambahkan, sumber-sumber pemerintah mengonfirmasi penggunaan rudal jarak jauh untuk kali pertama. Laporan yang mengutip saluran Rusia tersebut mengatakan, 12 rudal ditembakkan pada Rabu sore ke Kursk, wilayah perbatasan yang sebagian dikuasai pasukan Ukraina.
Sementara itu, The Guardian melaporkan bahwa Inggris sudah mengizinkan Ukraina menembakkan rudalnya ke Rusia sebagai respons pengerahan pasukan Korea Utara di perbatasan. Sky News dan BBC juga melaporkan penggunaan rudal Storm Shadow oleh Ukraina.
Namun, kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Downing Street maupun Kementerian Pertahanan Inggris menolak mengonfirmasi laporan itu ketika dihubungi oleh AFP. Ketika ditanya tentang laporan tersebut di parlemen, Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengaku tidak dapat memberikan rincian operasional lebih lanjut.
Ia hanya berujar sudah berbicara dengan Menhan Ukraina Rustem Umerov pada Selasa (19/11/2024) saat membahas dukungan Inggris untuk Ukraina. “Kami melihat perubahan signifikan dalam tindakan dan perkataan terhadap Ukraina selama beberapa minggu terakhir, dan tindakan Ukraina di medan perang berbicara sendiri,” katanya. “Kami, sebagai negara dan sebagai pemerintah, menggandakan dukungan kami untuk Ukraina dan bertekad berbuat lebih banyak.”
Putin Turunkan Ambang Batas Penggunaan Senjata Nuklir Usai Biden Izinkan Ukraina Pakai Rudal ATACMS Di KTT G20 Rio de Janeiro pada Selasa, Starmer berjanji Ukraina akan memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengalahkan Rusia. Beberapa negara Barat, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Perancis, memasok rudal jarak jauh kepada Ukraina.
Washington lebih dulu memberikan persetujuan bagi Kyiv untuk menggunakan senjata jarak jauh terhadap target di dalam Rusia sejak akhir pekan lalu. Pada Senin hingga Selasa (18-19/11/2024) malam, rudal ATACMS yang dipasok AS digunakan Ukraina untuk menyerang situs militer di perbatasan Rusia di Briansk.
Storm Shadow adalah rudal jelajah jarak jauh yang dikembangkan bersama oleh Inggris dan Perancis, yang menyebutnya SCALP. Rudal ini diluncurkan dari jet tempur dan memiliki jangkauan lebih dari 250 kilometer. Senjata yang dipasok Inggris sebelumnya pernah digunakan juga oleh Ukraina terhadap target-target di Semenanjung Crimea yang dianeksasi Rusia.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































