Tren Pengguna QRIS Kepri Meningkat Drastis

0
Tren Pengguna QRIS Kepri Meningkat Signifikan. Tampak Deputi Kepala Perwakilan  Bank Indonesia (BI) Kepri, Adidoyo Prakoso (kanan, jaket biru) saat memberikan keterangan di Kantor BI Kepri, Batam Centre, Rabu (4/6). (foto: Azura Aronita-batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Tren pengguna baru quick response code Indonesian standard (QRIS) di Kepri mengalami peningkatan signifikan. BI Kepri mencatat lonjakan peningkatan pengguna baru QRIS juga berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah merchant.

“Dari Januari hingga April 2025, tercatat 9.010 pengguna baru QRIS di Kepri, dengan total pengguna sebanyak 539.337 pengguna,” ujar Deputi Kepala Perwakilan  Bank Indonesia (BI) Kepri, Adidoyo Prakoso, di Kantor BI Kepri, Batam Centre, Rabu (4/6).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Adidoyo Prakoso, melanjutkan, dari sisi merchant, total penambahan merchant QRIS di Kepri pada Januari hingga April 2025 adalah sebesar 48.812 merchant dengan total merchant sampai dengan April 2025 sebesar 628.056 merchant atau tumbuh terakselerasi sebesar 19,50% yoy dengan sebaran didominasi berada pada Kota Batam (81,98%) dan merchant UMI (40,33%).

Dari sisi transaksi, pada April 2025, BI mencatat terdapat penambahan volume transaksi sebesar 5,05 Juta transaksi.

“Pada Januari hingga April 2025 terdapat volume transaksi sebesar 18.069.086 atau tumbuh sebesar 104,85% (yoy). Sedangkan penambahan nominal transaksi pada bulan April 2025 tercatat sebesar Rp688 M. Pada April 2025 terdapat nominal transaksi Rp2,60 triliun atau tumbuh sebesar 345,01% (yoy),” tambahnya.

Sebagai daerah perbatasan dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand, Kepri terus berupaya mengembangkan layanan QRIS cross-border dengan fitur tap and go untuk memudahkan wisatawan dari negara tetangga bertransaksi.

“Termasuk QRIS cross-border. Kebiasaan wisatawan mancanegara pada penggunaan tap and go, juga sudah tersedia di fitur QRIS,” kata Adidoyo Prakoso.

Penggunaan QRIS sangat berdampak pada usaha hotel dan restoran. Meski sasaran utama itu pada pelaku UMKM. Bahkan, BI juga terus mendorong penggunaan QRIS pada pelaku UMKM.

Sementara itu, ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada triwulan pertama tahun 2025 tumbuh sebesar 5,16 persen. Hal ini juga menjadikan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri diatas pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatra dan secara nasional.

“Industri dan pariwisata Kota Batam masih menjadi daerah utama penopang pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan produk elektronik serta perkembangan sektor minyak dan gas di Natuna, juga menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan tersebut,” katanya.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kepri, Adidoyo Prakoso juga menambahkan BI Kepri juga terus melakukan kolaborasi, dengan Pemprov Kepri, stekholder dan para pemangku kepentingan. BI Kepri juga menggarisbawahi terkait pertumbuhan investasi di kota Batam. Sebab, investasi akan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi hingga upaya mengurangi tingkat pengangguran.

“Kolaborasi antara Pemprov, stakeholder, dan pemangku kepentingan terus dijalankan untuk mendorong investasi dan perkembangan usaha mikro dan kecil (UMK),” pungkasnya.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor : Pariadi

Reporter : Azura Aronita