Batam,batamtv.com, – Seribu cahaya lilin berkelip di Dataran Engku Putri, Rabu, (3/9/2025) malam. Hawa tenang menyelimuti kerumunan 400 orang lebih yang hadir. Malam itu, Batam seakan bertransformasi menjadi rumah kebersamaan, tempat doa, dan suara damai bertemu dalam satu nafas.
Gerakan 1.000 Lilin digagas Cipayung Plus Kepri dan Kota Batam bersama driver online serta berbagai elemen masyarakat.
Cipayung Plus ini menaungi tujuh organisasi kemahasiswaan seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), turut menyatukan langkah organisasi kepemudaan (OKP) dan komunitas ojek online (ojol).
Rangkaian acara berjalan khidmat. Lilin dinyalakan satu per satu, lalu lantunan lagu Gugur Bunga dan Indonesia Pusaka terdengar menyayat hati.
Puisi persatuan dan perdamaian dibacakan, menggetarkan suasana. Tak hanya simbol, malam itu menjadi ruang doa kolektif bagi bangsa, ditutup dengan pembagian 600 kantong beras bagi masyarakat.
Di tengah suasana yang penuh haru, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berdiri di hadapan peserta. Suaranya lantang, tetapi sarat kehangatan. la menyampaikan bahwa aksi 1.000 lilin bukan hanya simbol, melainkan kobaran semangat persaudaraan dan kepedulian.
“Malam ini kita hadir bukan hanya menyalakan seribu lilin, tetapi juga menyalakan semangat kebersamaan untuk Batam dan Indonesia tercinta,” ungkapnya.
Malam itu, Batam menunjukkan wajahnya yang berbeda. Aspirasi tidak lahir dari amarah, tetapi dari cinta negeri. Tidak dengan kekerasan, melainkan melalui kebersamaan.
“Perbedaan pandangan bukan penghalang, justru itulah kekuatan bangsa. Tujuan kita tetap satu: Indonesia yang lebih baik,” tegas Amsakar.
Di kesempatan itu, Amsakar juga menyinggung kabar duka dari Jakarta beberapa waktu lalu, ketika seorang driver online, Affan Kurniawan, yang gugur.
Bahkan, Amsakar juga memimpin mengheningkan cipta untuk mengenang Affan Kurniawan.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Azura Aronita










































