read news – Pemko Tanjungpinang Upayakan Pemberian Subsidi Ongkos Bapok

0
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan (paling kanan) usai melaksanakan tinjauan lapangan, Rabu (1/11) pagi mengatakan cabai menjadi komoditi yang mempengaruhi inflasi. Pihaknya  harus segera melakukan intervensi, agar harga cabai dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya berada dalam harga yang relatif wajar atau lebih terjangkau. (Foto : dwi susilo - batamtv.com)
Pj Walikota Tanjungpinang Hasan (paling kanan) usai melaksanakan tinjauan lapangan, Rabu (1/11) pagi mengatakan cabai menjadi komoditi yang mempengaruhi inflasi. Pihaknya  harus segera melakukan intervensi, agar harga cabai dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya berada dalam harga yang relatif wajar atau lebih terjangkau. (Foto : dwi susilo - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang Hasan, S.Sos langsung melaksanakan peninjauan harga bahan kebutuhan pokok (bapok), terutama cabai di pasar Bintan Center. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan tersebut, diketahui harga cabai rawit Nano telah menembus angka Rp 94 ribu sampai Rp 96 ribu per kilogram.

“Saat ini cabai menjadi komoditi yang mempengaruhi inflasi. Kita harus segera melakukan intervensi, agar harga cabai dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya berada dalam harga yang relatif wajar atau lebih terjangkau,” ungkap Hasan, usai melaksanakan tinjauan lapangan, Rabu (1/11) pagi.

Usai melakukan pemeriksaan harga pasar, sore harinya Hasan melaksanakan pertemuan bersama distributor bahan kebutuhan pokok di kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Pertemuan tersebut diikuti oleh Kadis Perdagangan dan Perindustrian Riany, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Yoni Fadri, Bulog Subdivre Tanjungpinang, dan 13 distributor bahan kebutuhan pokok. Berdasarkan pertemuan tersebut, diketahui bahwa tingkat persediaan bahan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging, ayam, dan telur masih mencukupi tingkat kebutuhan masyarakat.

Menurut para distributor, permintaan kebutuhan bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Terjadinya kenaikan harga pasar, lebih disebabkan oleh kenaikan biaya produksi atau transportasi dari daerah penghasil.

Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo