Perang 12 Hari Lawan Iran Berakhir, Israel Fokus Lagi ke Gaza

0
Tentara Israel memeriksa lokasi serangan rudal Iran di Kota Ramat Gan, dekat Ibu Kota Tel Aviv, Sabtu, 14 Juni 2025. Perang Israel-Iran berkecamuk sejak 13 Juni, ditandai dengan saling balas rudal dan drone.(Foto : Jack Guez/AFP)

Tel Aviv,batamtv.com, – Kepala militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir pada Selasa (24/6/2025) mengatakan, pasukannya akan kembali mengalihkan fokus ke Gaza, Palestina, setelah perang 12 hari melawan Iran berakhir.

Perang Iran-Israel berakhir dengan gencatan senjata yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (23/6/2025), dengan bantuan mediasi dari Qatar. “Sekarang fokus beralih kembali ke Gaza—untuk membawa pulang para sandera dan membubarkan rezim Hamas,” kata Zamir, dikutip dari kantor berita AFP.

Dari 251 sandera Israel yang ditawan oleh kelompok Hamas di Palestina sejak Oktober 2023, 49 orang masih ditahan di Gaza, termasuk 27 orang yang menurut militer Israel telah tewas. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani selaku mediator utama antara Israel dan Hamas, mengatakan bahwa negara Teluk itu sedang berupaya melanjutkan pembicaraan gencatan senjata.

“Kami masih melanjutkan upaya kami, dan semoga, kami akan mencoba mencari peluang selama dua hari ke depan untuk melakukan negosiasi tidak langsung antara kedua pihak,” katanya. Forum Sandera dan Keluarga Hilang, kelompok utama yang mewakili keluarga korban penculikan saat serangan Hamas pada Oktober 2023 di Israel, juga meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengupayakan gencatan senjata di Gaza.

“Kami meminta pemerintah untuk terlibat dalam negosiasi mendesak yang akan membawa pulang semua sandera dan mengakhiri perang. Mereka yang dapat mencapai gencatan senjata dengan Iran juga bisa mengakhiri perang di Gaza,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Israel Isaac Herzog tidak menyinggung langsung diakhirinya pertempuran di Gaza, tetapi menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran adalah kesempatan menggalang kekuatan nasional.

“Saya yakin ini dapat menjadi momen niat baik dan kesepakatan nasional mengenai banyak isu yang menyakitkan,” kata Herzog kepada wartawan di lokasi serangan rudal Iran di Israel selatan.

Adapun Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Selasa mengeklaim kemenangannya melawan Israel dengan menghukum rezim tersebut melalui serangan-serangan mereka. IRGC menyebutkan, mereka memberi Israel pelajaran tak terlupakan dengan gelombang serangan rudal saat menit-menit terakhir sebelum gencatan senjata.

Dikatakan bahwa 14 rudal ditembakkan ke wilayah Israel sebelum gencatan senjata diberlakukan, seraya membantah klaim Tel Aviv bahwa serangan itu dilakukan untuk melanggar kesepakatan. Iran dalam perang ini juga menembakkan sejumlah senjata andalannya, antara lain rudal hipersonik Haj Qassem, rudal balistik Sejjil, dan drone Shahed.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa turut mengumumkan berakhirnya perang 12 hari melawan Israel. Melalui pesan yang disiarkan kantor berita pemerintah, IRNA, Pezeshkian menyebutkan bahwa Israel-lah yang mengawali perang tersebut.

“Hari ini, setelah perlawanan heroik bangsa kami, yang kegigihannya mencatatkan sejarah, kita menyaksikan penegakan gencatan senjata dan berakhirnya perang 12 hari yang diawali provokasi (Israel),” ucap Pezeskhian, dikutip dari kantor berita AFP. Adapun untuk jumlah korban tewas, Iran mencatatkan 610 nyawa warga sipil melayang, sedangkan Israel mengeklaim 24 penduduknya meninggal dunia.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com