
Jakarta,batamtv.com – Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menilai bahwa pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) tidak dilakukan secara tuntas oleh pemerintah. Penilaian ini disampaikan Sudirman Said menyusul terungkapnya mafia migas setelah Kejaksaan Agung membongkar dugaan korupsi dalam tata kelola minyak dan produksi kilang.
Sudirman Said menyatakan, pemerintah telah melaporkan rekomendasi tata kelola migas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), namun pembenahan yang diperlukan tidak dilanjutkan.
“Sebetulnya boleh dikatakan prosesnya tidak tuntas. Pertama, laporan kepada KPK yang sudah jelas gambarannya itu tidak sempat ditindaklanjuti karena cuaca politik keburu berubah,” ungkap Sudirman dalam acara Gaspol! Kompas.com, Minggu (2/3/2025).
Kasus korupsi Pertamina Patra Niaga yang digulirkan oleh Kejaksaan Agung mengingatkan publik terhadap pembubaran Petral pada 2015 ketika Sudirman Said menjadi Menteri ESDM dalam periode pertama kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi).
Pembubaran Petral yang sempat melahirkan optimisme nyatanya tidak lantas memberantas mafia migas. Ia menjelaskan, kemungkinan adanya kesulitan dalam pembenahan mafia migas telah disampaikan kepada Jokowi saat itu. Namun, upaya perbaikan tidak terlaksana setelah terjadi perombakan struktur pejabat di lingkungan Kementerian ESDM.
“Apa-apa yang saya katakan kepada Presiden bahwa pada waktunya ketika ini dibenahi akan push back akan datang ke sini untuk meminta kebijaksanaan dan sebagainya dan itu kelihatannya mungkin terjadi dan akhirnya apa yang dilaporkan ke KPK tidak sempat ditindaklanjuti,” ucapnya.
Sudirman menekankan, pembenahan yang diperlukan mencakup pembaruan prosedur, vendor, tata cara pengadaan, hingga petugas yang ada di Pertamina. Namun, ia mengungkapkan, pembenahan tersebut tidak dilakukan akibat adanya pergantian struktural pejabat oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Bahkan keburu suasana Pertaminanya, kalau boleh saya bilang, yang mula-mula suasana teknokratiknya itu menonjol belakangan menjadi lebih politis,” kata Sudirman Said. Sudirman Said berpendapat, perombakan pejabat tanpa adanya pembenahan serius dari pemerintah membuat upaya perbaikan tata kelola Pertamina menjadi tidak tuntas.
Hal ini, menurut dia, membuka peluang bagi mafia migas untuk tetap eksis hingga saat ini. “Itu adalah saya sebut sebagai lahan subur bagi munculnya kembali praktik-praktik yang dulu mau kami selesaikan. Jadi mengapa muncul lagi? Karena menurut pandangan saya memang tidak tuntas pada waktu itu,” ucapnya.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































