Washington DC,batamtv.com,- Para ahli memperingatkan kemungkinan terjadinya megatsunami yang bisa menyapu habis permukiman di pesisir Amerika Serikat (AS), khususnya di Alaska, Hawaii, dan pantai barat daratan utama AS.
Peringatan ini muncul dari studi terbaru yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences, menurut laporan New York Post, Senin (19/5/2025).
Para peneliti dari Virginia Tech menemukan bahwa patahan aktif bernama zona subduksi Cascadia, yang membentang dari Pulau Vancouver di Kanada hingga California bagian utara, bisa memicu gempa bumi dahsyat.
Jika gempa tersebut terjadi bersamaan dengan naiknya permukaan laut akibat perubahan iklim, dampaknya bisa menghasilkan tsunami raksasa yang menghantam pesisir barat AS. Apa itu megatsunami? Megatsunami adalah gelombang laut raksasa yang jauh lebih besar dari tsunami.
Gelombang ini bisa mencapai ketinggian ratusan meter dan disebabkan oleh pergeseran besar massa air laut akibat gempa bumi, longsor besar, atau letusan gunung berapi.
Dalam sejarah, beberapa kejadian megatsunami telah tercatat menghancurkan wilayah pesisir dalam hitungan menit. Ancaman di tiga wilayah AS
1. Pantai Barat AS (California, Oregon, Washington)
Zona subduksi Cascadia diperkirakan memiliki peluang 15 persen memicu gempa bumi bermagnitudo 8,0 atau lebih dalam 50 tahun ke depan. Gempa ini berpotensi menyebabkan penurunan daratan hingga 2 meter di sepanjang pesisir utara California, Oregon bagian utara, dan Washington bagian selatan.
“Penurunan daratan ini bisa memperluas area banjir pesisir secara signifikan dan memperlambat proses pemulihan setelah bencana,” kata Tina Dura, penulis utama studi dan asisten profesor di Departemen Geosains Virginia Tech.
Meskipun belum pernah terjadi gempa besar di zona ini sejak 1700, wilayah tersebut tetap aktif secara seismik karena berada di “Ring of Fire” atau tempat lempeng Pasifik bertemu lempeng lainnya, yang kerap memicu gempa besar dan letusan gunung api.
2. Alaska
Alaska juga berada dalam kondisi rawan karena medan yang curam dan sering terjadi gempa.
Selain itu, pemanasan global yang melelehkan gletser menyebabkan lereng-lereng gunung menjadi tidak stabil. Akibatnya, longsor besar bisa terjadi dan memicu megatsunami. Fenomena ini menjadi perhatian khusus karena tanah yang sebelumnya ditahan oleh es kini mudah runtuh ke laut.
3. Hawaii
Pulau-pulau vulkanik di Hawaii punya sejarah panjang dengan megatsunami. Sekitar 105.000 tahun lalu, longsoran besar dari gunung berapi menciptakan gelombang setinggi 300 meter yang menghantam Pulau Lanai.
Gunung-gunung berapi di Hawaii terbentuk dari lapisan lava yang terus bertambah sehingga menyebabkan lereng yang tidak stabil. Kini, gunung Mauna Loa dan Kilauea di Pulau Besar Hawaii masih aktif. Letusan terakhir Kilauea berakhir pada 16 Mei 2025 setelah berbulan-bulan memuntahkan lava.
Para ahli memperingatkan bahwa aktivitas ini tetap berpotensi memicu longsoran besar ke laut dan menghasilkan megatsunami. Risiko nyata di masa depan Para peneliti menggarisbawahi bahwa ancaman megatsunami bukan sekadar teori.
Jika skenario terburuk terjadi, jutaan orang yang tinggal di wilayah pesisir AS bisa terdampak langsung, terutama mereka yang tinggal di dataran rendah dan muara sungai.
“Cascadia adalah wilayah yang unik. Tidak terlalu padat penduduknya, tapi hampir semua estuari punya komunitas di dalamnya dan semua berada di zona yang bisa tenggelam,” kata Dura.
Selain risiko langsung dari gelombang besar, perubahan bentang alam dan tenggelamnya daratan bisa memperparah dampak jangka panjang bagi pertanian, infrastruktur, dan ekonomi lokal.
Sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, dan perencanaan evakuasi menjadi kunci untuk meminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda jika bencana ini benar-benar terjadi.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com










































