Korut Bantah Bongkar “Sound Horeg” di Perbatasan, Ogah Damai dengan Korsel

0
Tentara Korea Selatan saat mencopot pengeras suara ala sound horeg yang biasanya menjadi alat propaganda anti-Korea Utara di Paju, 16 Juni 2004.(Foto : Kim Jae Hwan/AFP)

Pyongyang,batamtv.com, – Kim Yo Jong, adik perempuan sekaligus salah satu pejabat paling berpengaruh di Korea Utara, pada Kamis (14/8/2025), membantah laporan militer Korea Selatan yang menyebut Pyongyang telah mencopot pengeras suara propaganda di perbatasan kedua negara.

Dalam pernyataan berbahasa Inggris yang dimuat Kantor Berita Resmi Korea Utara, KCNA, Kim menegaskan bahwa upaya Korea Selatan untuk meredakan ketegangan sama sekali tidak berarti. “Kami tidak pernah mencopot pengeras suara yang dipasang di wilayah perbatasan dan tidak berniat untuk mencopotnya,” ujar Kim.

Upaya damai pemerintah baru Korsel

Sejak terpilih pada Juni lalu, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung berjanji untuk menjalin dialog tanpa prasyarat dengan Korea Utara yang memiliki senjata nuklir. Korsel Cari Cara Berbaikan dengan Korut Artikel Kompas.id Langkah ini menjadi perubahan besar dari kebijakan keras pendahulunya.

Selama ini, Seoul kerap membalas siaran aneh dan mengganggu dari pihak Pyongyang dengan menyalakan musik K-pop dan menyiarkan berita ke wilayah Utara melalui pengeras suara di zona demiliterisasi (DMZ). Setelah Lee terpilih, militer Korea Selatan mengumumkan pada Juni bahwa kedua negara telah menghentikan siaran propaganda tersebut.

Pada 5 Agustus lalu, Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan mulai mencopot pengeras suara di sisi mereka sebagai “langkah praktis untuk membantu meredakan ketegangan dengan Utara.” Namun, Kim Yo Jong menepis anggapan bahwa langkah tersebut mendapat respons dari pihaknya.

“Baru-baru ini, ROK (Korea Selatan) mencoba menyesatkan opini publik dengan mengatakan bahwa ‘langkah goodwill’ dan ‘kebijakan meredakan ketegangan’ mereka mendapat respons, serta menciptakan kesan bahwa hubungan Korea Utara-ROK sedang ‘dipulihkan’,” ujarnya.

“Kami sudah menegaskan berkali-kali bahwa kami tidak berniat memperbaiki hubungan dengan ROK… dan sikap ini akan kami tetapkan secara konstitusional di masa depan,” tambahnya.

Pernyataan Kim ini muncul menjelang latihan militer tahunan bersama antara Korea Selatan dan Amerika Serikat pada 18–28 Agustus mendatang. Latihan ini bertujuan untuk menahan ancaman Korea Utara, namun selalu dikecam Pyongyang sebagai latihan invasi.

“Apakah ROK menarik pengeras suaranya atau tidak, menghentikan siarannya atau tidak, menunda atau mengurangi skala latihan militernya atau tidak, kami tidak peduli dan tidak tertarik,” tegas Kim.

Ia menambahkan, “Saya yakin kebijakan Seoul terhadap Korea Utara tetap tidak berubah dan tidak akan pernah berubah.” Diketahui, Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berada dalam status perang, karena Perang Korea 1950–1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com