Kamboja Minta Malaysia Bantu Bebaskan 20 Tentaranya di Thailand

0
Perwakilan militer dan diplomat 13 negara termasuk Amerika Serikat (kedua dari kiri), Jepang (tengah), dan Australia (kanan) mengecek penerapan gencatan senjata Thailand-Kamboja di perbatasan Provinsi Preah Vihear setelah perang lima hari, 30 Juli 2025.(Foto : Chor Sokunthea/AFP)

Phnom Phen,batamtv.com, – Kamboja meminta Malaysia untuk membantu membebaskan sekitar 20 tentaranya yang saat ini berada dalam tahanan militer Thailand. Malaysia saat ini bertindak sebagai koordinator dan pemantau gencatan senjata, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (31/7/2025).

Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja meminta Malaysia mendesak Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Thailand memfasilitasi pembebasan para prajurit tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet dalam sebuah pernyataan di media sosialnya pada Kamis. Thailand dan Kamboja pada Senin (25/7/2025) sepakat untuk melakukan gencatan senjata tanpa syarat dalam sebuah pertemuan di Malaysia.

Pertemuan tersebut menjadi terobosan signifikan untuk menyelesaikan bentrokan mematikan selama lima hari di perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Perang di perbatasan tersebut menewaskan puluhan orang dan menyebabkan puluhan ribu warga kedua negara mengungsi.

Hun mengatakan, dia berharap militer Thailand akan mengembalikan seluruh tentara Kamboja yang saat ini berada di bawah kendali mereka secepat mungkin, seiring gencatan senjata memasuki hari ketiga. Dia menambahkan, militer Kamboja telah berkomunikasi dengan pihak Thailand untuk mendesak pembebasan segera terhadap para personel yang ditahan.

“Keselamatan angkatan bersenjata negara, serta warga sipil yang tinggal di wilayah terdampak, telah menjadi prioritas tertinggi bagi pemerintah,” ucap Hun.

Oleh karena itu, pemerintah telah bekerja tanpa kenal lelah untuk mencapai gencatan senjata secepat mungkin, tambahnya. Terpisah, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Letjen Maly Socheata mengatakan Kamboja sejauh ini telah menerima jenazah salah satu dari 21 tentaranya yang ditahan oleh Thailand selama bentrokan perbatasan. Dia menambahkan, hingga saat ini ada 20 orang lainnya masih ditahan oleh Thailand.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com