Kyiv,batamtv.com, – Warga Ukraina mengolok-olok Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan meme setelah Presiden Volodymyr Zelensky disalahkan atas invasi Rusia. Mengutip dari AFP, Kamis (20/2/2025),
salah satu meme yang dimaksud memperlihatkan foto orang-orang yang saling meninju wajah dengan judul, “Warga Ukraina ketika berdiskusi tentang politik dalam negeri,” kontras dengan gambar pertemuan meja bundar yang tertib dengan judul, “Warga Ukraina ketika Trump menghina Zelensky.” Meme lain yang dibagikan di Telegram menunjukkan Ukraina seperti seekor beruang besar yang sedang menggendong seekor anak harimau berwajah Zelensky dan memberikan jari tengahnya kepada Trump.
Tak hanya itu, pengguna lainnya juga mengolok-olok Trump dengan memparodikan judul berita tentang Paus yang dirawat di rumah sakit. “Trump mengatakan, Paus (Fransiskus) menyerang dirinya sendiri dengan pneumonia,” tulis pengguna tersebut dalam unggahannya.
Meme-meme tersebut muncul setelah Trump mengeklaim bahwa Ukraina harus disalahkan atas perang yang dilancarkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sejak Februari 2022. Trump juga sempat menyebut Zelensky sebagai “diktator” dan menyarankannya untuk mengadakan Pemilu ulang.
Sontak pernyataan Trump ini memancing amarah warga Ukraina, mengingat persentase kepercayaan rakyat terhadap Zelensky tidak pernah berada di bawah 50 persen sejak konflik dimulai. Dia bahkan tetap menjadi pemimpin di bawah darurat militer meskipun masa jabatannya sebagai presiden sudah berakhir sejak 20 Mei 2024.
Zelensky juga mendapat dukungan dari sukarelawan militer Ukraina dan aktivis Maria Berlinska. Dalam unggahannya, ia seolah berbicara kepada Trump, “Apa yang kamu lakukan? Ini adalah presiden kami, dan merupakan hak eksklusif kami untuk mengkritiknya.” Walaupun lelucon-lelucon ini beredar, perubahan kebijakan Trump terhadap Rusia telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Washington akan memberikan konsesi serius kepada Moskwa dan mengubah pengaturan keamanan Eropa.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































