Dorong Transaksi Non-Tunai, Pemko Batam Perkuat Digitalisasi Lewat TP2DD dan Ekspansi QRIS

0
Sekda Batam, Firmansyah, menghadiri HLM TP2DD tingkat kabupaten/kota se-Kepri Tahun 2026 secara daring dari Kantor Wali Kota Batam, Selasa (14/4/2026). (foto ; azura aronita-batamtv.com)

Batam, batamtv.com – Pemerintah Kota Batam memperkuat percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Komitmen ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah saat mengikuti High Level Meeting (HLM) TP2DD kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 secara daring dari Kantor Wali Kota Batam, Selasa (14/4/2026).

Firmansyah hadir mewakili Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Partisipasi tersebut mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi sistem pembayaran digital.

Pertemuan membahas capaian implementasi Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) serta penguatan Championship TP2DD sebagai instrumen evaluasi kinerja pemerintah daerah. Penilaian meliputi aspek proses sebesar 20 persen, output 50 persen, dan outcome 30 persen.

Secara regional, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2025, volume transaksi tercatat sekitar Rp15,33 miliar dengan pertumbuhan lebih dari 145 persen, sementara nilai transaksi mencapai sekitar Rp11,55 triliun.

Di Kota Batam, capaian implementasi P2DD mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, yakni 15 persen pada 2021, 65 persen pada 2022, 83 persen pada 2023, dan 85 persen pada 2024. Pada 2025, capaian berada di angka 62,5 persen, yang menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.

Dari sisi implementasi, seluruh transaksi belanja dan pajak daerah telah dilakukan secara non-tunai. Namun, pemanfaatan kanal digital masih perlu ditingkatkan karena penggunaan metode konvensional masih mendominasi sekitar 60 persen.

Firmansyah menyatakan bahwa kebijakan ke depan tidak hanya berfokus pada penyediaan sistem, tetapi juga pada peningkatan pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi TP2DD lintas organisasi perangkat daerah, meningkatkan integrasi data, serta memperluas penggunaan kanal pembayaran digital, termasuk QRIS dan virtual account.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat dan peningkatan kapasitas perangkat daerah akan terus dilakukan guna memastikan transformasi digital berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Batam menargetkan percepatan digitalisasi sebagai salah satu fokus utama pada 2026 sekaligus memperkuat posisi daerah dalam Championship TP2DD di tingkat regional dan nasional.