Bom Bunuh Diri di Sekolah Pakistan, 4 Tewas dan 13 Luka-luka

0
Ilustrasi bom bunuh diri. (Foto : Shutterstock)

Islamabad,batamtv.com, – Serangan bom bunuh diri di sekolah Taliban di Pakistan yang dikenal tempat para pemimpin utama Taliban belajar menewaskan empat orang, Jumat (28/2/2025). Dikutip dari kantor berita AFP, di antara yang tewas adalah Hamid ul Haq, kepala sekolah Dar-ul-Uloom Haqqania, di Akora Khattak, sekitar 60 kilometer di timur Peshawar.

Menurut Abdul Rasheed, kepala polisi distrik, empat orang tewas dan 13 lainnya luka-luka dalam ledakan itu. “Hamid ul Haq telah menjadi martir, dan sepertinya dia adalah target pelaku bom bunuh diri,” ujar Abdul Rasheed.

Dijelaskan, ledakan itu terjadi saat orang-orang berkumpul untuk salat Jumat, yang merupakan salat terpenting dalam seminggu. RI-Turki Perkuat Komitmen Dukung Kemerdekaan Palestina Artikel Kompas.id “Ledakan itu terjadi di baris pertama, di depan imam.

Saat itu adalah waktu salat, tetapi tidak jelas apakah itu terjadi saat orang-orang berdiri untuk salat,” kata petugas polisi distrik Noor Ali Khan.

Kampus yang luas di Akora Khattak, Pakistan, menampung sekitar 4.000 mahasiswa yang diberi makan, pakaian, dan pendidikan gratis. Kampus ini kemudian dikenal sebagai “Universitas Jihad” karena ideologinya yang berapi-api dan jumlah anggota pasukan Taliban yang dihasilkannya.

Almarhum pendiri Taliban, Mullah Omar, yang memimpin pemberontakan melawan pasukan Amerika Serikat dan NATO di Afghanistan, termasuk di antara para pemimpin senior yang lulus dari sekolah tersebut. Serta Jalaluddin Haqqani, pendiri jaringan Haqqani yang ditakuti, yang bertanggung jawab atas beberapa serangan terburuk di Afghanistan selama perang dua dekade.

Diketahui, sekolah ini telah berada di persimpangan kekerasan kelompok bersenjata regional selama bertahun-tahun. Mendidik banyak warga Pakistan dan pengungsi Afghanistan, beberapa di antaranya kembali ke rumah untuk berperang melawan Rusia dan Amerika atau menyebarkan jihad.

Taliban bangkit kembali ke tampuk kekuasaan di Kabul pada Agustus 2021 setelah pasukan asing mundur dan pemerintahan sebelumnya runtuh. Militansi sejak itu bangkit kembali di wilayah-wilayah perbatasan dengan Afghanistan.

Islamabad menuduh para penguasa Kabul gagal membasmi militan yang berlindung di tanah Afghanistan saat mereka bersiap untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan. Namun tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Taliban

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com