
Tanjungpinang, batamtv.com – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad melantik Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau masa bakti 2026–2031 di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat (17/4/2026).
Dalam susunan kepengurusan, Rida K Liamsi dipercaya sebagai Ketua Umum, sementara Juramadi Esram menjabat sebagai Ketua.
Pembentukan Dewan Kebudayaan ini mengacu pada Keputusan Gubernur Nomor 1305 Tahun 2025 dan diproyeksikan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan di bidang kebudayaan.
Ansar menyampaikan, keterlibatan akademisi, seniman, dan budayawan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan serta relevansi budaya daerah.
Ia menegaskan bahwa Kepulauan Riau merupakan bagian dari rumpun Melayu yang memiliki kekayaan nilai dan tradisi. Namun, perkembangan global dinilai membawa tantangan terhadap pelestarian budaya lokal.
Menurutnya, arus modernisasi berpotensi memengaruhi eksistensi nilai-nilai budaya yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
Ansar juga menyoroti pentingnya pemajuan kebudayaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mencakup sejumlah objek, seperti tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, hingga olahraga tradisional.
Ia menilai, seluruh unsur tersebut mencerminkan identitas serta kearifan lokal yang perlu dijaga secara berkelanjutan.
“Budaya Melayu mengandung nilai adab, budi pekerti, dan kearifan maritim yang perlu dipertahankan serta diwariskan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyebut pembentukan Dewan Kebudayaan sebagai langkah strategis dalam memperkuat pelindungan dan pengembangan kebudayaan daerah.
Sementara itu, Rida K Liamsi menyatakan komitmennya untuk menjadikan Dewan Kebudayaan sebagai wadah dalam menjaga dan mengembangkan khazanah budaya Melayu.
Ia menambahkan, lembaga tersebut akan berfokus pada penguatan identitas budaya serta mendorong kebudayaan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai fondasi dalam pembangunan.
“Kebudayaan perlu ditempatkan sebagai arus utama agar identitas Melayu tetap terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat,” katanya.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo










































