
Jakarta,batamtv.com, – Pemerintah memastikan bahwa kurikulum Sekolah Rakyat akan didesain secara khusus untuk mencegah tiga persoalan utama dalam dunia pendidikan, yaitu bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi. Hal ini disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, saat meninjau Simulasi Sekolah Rakyat di Sentra Handayani, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2025).
“Sudah koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) ya. Semua sudah kita ajak bicara dalam rangka membuat kurikulum yang sebisa mungkin mencegah tiga hal,” kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, ketiganya merupakan tantangan serius dalam dunia pendidikan, khususnya bagi siswa dari kelompok rentan yang menjadi sasaran utama Sekolah Rakyat. “Kita siapkan prosedurnya. Maka nanti banyak perangkat yang kita pasang dalam rangka untuk menghindari tiga hal itu,” lanjutnya.
Sebagai informasi, hari ini Menos meninjau kegiatan simulasi Sekolah Rakyat di dua lokasi yakni di Sentra Handayani, Jakarta Timur, dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi, Jawa Barat. Simulasi ini digelar sebelum kegiatan belajar dan mengajar di Sekolah Rakyat dimulai pada Senin (14/7/2025) pekan depan.
Simulasi dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada 9-10 Juli 2025 di mana para siswa akan menginap di asrama yang telah disediakan. Di Sentra Handayani, terdapat total 75 siswa yang akan bersekolah di tempat tersebut, terdiri dari 35 laki-laki dan 40 perempuan yang terbagi dalam 3 rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SMP. Sementara itu, di STPL, total ada 180 siswa dari 9 Rombongan Belajar (Rombel) dengan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com










































