read news – Rizki Faisal Dorongan Pembangunan PLTS di Karimun

0
Wakil KEtua DPRD Kepri Rizki Faisal saat mengunjungi PT Karimun Power Palnt, Minggu (3/9/2023) sore. (Foto: abdi perdana - batamtv.com)
Wakil KEtua DPRD Kepri Rizki Faisal saat mengunjungi PT Karimun Power Palnt, Minggu (3/9/2023) sore. (Foto: abdi perdana - batamtv.com)

KARIMUN, batamtv.com – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepri, Rizki Faisal memberikan dorongan terhadap pembangunan PLTS dengan nilai investasi triliunan rupiah di kawasan industri Bumi Berazam tersebut.

“Kolaborasi Pemkab Karimun dan Pemprov Kepri bersama JHL Group, kita mencoba mendorong investasi besar. Ini sebagai kontribusi pada kelestarian lingkungan serta merupakan bentuk pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) untuk mengurangi emisi karbon sesuai arahan Presiden Joko Widodo,” ujar Rizki Faisal saat mengunjuni PT Karimun Power Palnt, Minggu (3/9/2023) sore.

Rizki Faisal menyebutkan, penggunaan listrik mulai mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut menjadi salah satu kendala majunya suatu daerah terutama di kawasan industri.

“Dengan adanya pembangunan PLTS ini, investor tertarik dengan Karimun. Semakin banyaknya investor masuk, tentunya masyarakat Karimun akan mendapatkan pekerjaan yang layak, terjadi peningkatan ekonomi dan Karimun ini lebih baik dan maju kedepannya, itu harapan kita,” kata Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri tersebut.

Sementara itu, Wawan, pengawas projects menjelaskan, untuk tahap awal dimulai membangun panel PLTS di atas lahan seluas 1 hektar yang akan menghasilkan listrik 1 MW. Direncanakan pada Desember 2023 mulai dijalankan.

PT Karimun Power Plant membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 40 megawatt (MW).

Panel PLTS tersebut dibangun di atas lahan seluas sekitar 18 hektare (Ha) dengan total investasi Rp 5 triliun di Parit Rampak, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.

Proyek dengan nilai investasi triliun rupiah ini akan diselesaikan secara bertahap. Untuk investasi tahap pertama dimulai dengan Rp 1 triliun.

Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana