read news – Sholat Idul Fitri 1444H di Desa Air Asuk kecamatan Siantan Tengah, dipusatkan di Masjid At-Taqwa.

0
Sholat Idul Fitri 1444H di Desa Air Asuk kecamatan Siantan Tengah, kabupaten Kepulauan Anambas dipusatkan di Masjid At-Taqwa. Foto atas jema'ah Masjid At-Taqwa Desa Air Asuk saat mendengarkan Ceramah Idul Fitri Sabtu (22/04). foto bawah : Ketua DKM Masjid At-Taqwa Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Kab.Kepulauan Anambas Suhaimi (kanan) berpose bersama tokoh masyarakat Desa Air Asuk kecamatan Siantan Tengah. (foto: muhammad amin-batamtv.com)

ANAMBAS, batamtv.com – Desa Air Asuk, pusat pemerintahan kecamatan Siantan Tengah kabupaten kepulauan Anambas melaksanakan Sholat Idul Fitri 1444 H di masjid At-Taqwa, Gema takbir Berkumandang di Masjid At-Taqwa Desa Air Asuk Minggu pagi,

Masyarakat desa air asuk berbondong bondong menuju ke masjid untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri. Menurut Ketua dkm Masjid At-Taqwa Desa Air Asuk, Suhaimi  dia bersama pengurus dkm yang lainnya sejak malam takbir sudah menyiapkan terkait perlengkapan untuk melaksanakan Sholat idul Fitri di Masjid At-Taqwa.

“Untuk mengantisipasi ramainya jema’ah yang akan mengikuti sholat Idul Fitri pihaknya telah memasang dua unit tenda yang di tempatkan di luar masjid, Alhamdulillah Sholat Hari raya idul Fitri tahun ini di Masjid At-Taqwa Desa Air Asuk berjalan lancar,” ujar Suhaimi Sabtu (22/04)

Adapun yg menjadi Khatib yakni Ustad Saedon KUA kecamatan Palmatak, IMAM Nizar, dalam khutbahnya menyampaikan dengan momentum Idul Fitri kita manfaatkan momen ini untuk bersilaturahim, saling memaafkan, dan memperkuat persaudaraan.

“Saatnya merajut kebersamaan untuk kemajuan umat,” imbuhnya.

Lanjut Ustad Ustad Saedon pada pagi yang penuh kebahagiaan dan keberkahan ini, menjelaskan setelah satu bulan bersama Ramadhan, Idul Fitri pun tiba dalam kesucian dan ketakwaan. Hari di mana takbir berkumandang, semua diliputi rasa bahagia dan senang, setelah satu bulan Ramadhan kita berjuang. Berjuang menahan haus dan dahaga, mengekang hawa nafsu yang membara, dan mendekatkan diri pada Yang Kuasa. Semua itu mampu kita lewati dengan penuh keikhlasan hati, untuk meraih ridha ilahi. Tentunya semua ini haruslah senantiasa kita syukuri sebagai hamba Allah yang tahu diri.

Ramadhan telah mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang paripurna. Kemampuan kita untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas di bulan puasa, harus senantiasa kita pupuk dan jaga. Jangan sampai bulan Ramadhan berlalu, beriringan dengan itu intensitas ibadah kita pun ikut menjadi layu.

“Oleh karena itu, mari kita jaga semua ini, Insya Allah kita termasuk hamba-hamba yang dosanya diampuni, karena kita telah berpuasa dengan iman dan kesadaran diri mengharap pahala dari ilahi rabbi,” ujarnya.

“Idul Fitri ibarat lembaran awal kertas putih. Tak ada kotoran atau noda yang menempel sehingga senantiasa bersih. Seperti air dari sumber mata air yang mengalir jernih. Kesucian ini harus kita jaga sekuat tenaga agar kertas dan air ini tak ternoda,” tambahnya.

Tentunya semua ini haruslah senantiasa kita syukuri, Nikmat yang tak terhitung dalam setiap tarikan napas kita, menjadi bukti banyaknya rezeki yang kita terima. Bukan hanya rezeki lahir semata, namun rezeki batin pun terus mengalir dalam kehidupan kita. Kesehatan, kesempatan, Islam dan iman, serta nikmat yang tak kelihatan dalam kehidupan.

Saling memaafkan dan peka terhadap penderitaan orang lain tentunya tidak boleh sampai melupakan kepekaan pada orang yang ada dekat di sekitar kita. Terlebih sosok yang paling berjasa dalam kehidupan kita yaitu orang tua kita. Dalam ajaran agama, orang tua adalah sosok yang mulia dan harus kita hormati serta sayangi selamanya.

“Kita harus memperlakukan mereka dengan baik karena mereka adalah ‘Jimat’ kita di dunia. Bagi mereka yang orang tuanya sudah meninggal dunia, ziarahilah makamnya. Panjatkan doa kepada yang kuasa semoga mereka diampuni dosanya dan amal ibadahnya diterima di sisi-Nya. Bagi yang orang tuanya masih dalam keadaan sehat dan masih bersama kita, jagalah dan kunjungilah mereka. Terlebih sosok ibu yang telah susah payah melahirkan kita kedunia ini. Ia adalah sosok yang paling berjasa dan dapat menghantarkan kita ke surga Allah yang abadi. Apa kabar Ia hari ini, Sudahkah kita bersilaturahmi, Sudahkah kita meraih tangannya yang sudah semakin lemah termakan hari, Ya Allah berilah kesehatan dan keberkahan Aamiin,” pungkasnya

editor : oktarian

reporter : muhammad amin