
BATAM, batamtv.com – Terpilih menjadi Ketua Paguyuban Warga Ponorogo Kota Batam, Rina Safitri SH MH akhirnya dilantik secara resmi. Pelantikan ini ditaja di SP Plaza Sagulung Kota Batam dalam suasana kemeriahan karena dihadiri warga Ponorogo di Kota Batam.
Pelantikan ini menjadi perayaan yang spesial karena menjadi ajang temu kangen dan silaturrahmi warga Batam asal Ponorogo Jawa Timur dengan Bupati Ponorogo Sugiri Sancaka yang jauh jauh hadir di Batam dengan membawa sejumlah pejabat SKPD nya di antaranya Wakil Bupati dan Sekda Ponorogo.
Sederet tamu undangan lainnya Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH, MH, Kapolresta Barelang Nugroho Tri N, SH,SIK, MH , Ketua Kadin kota Batam Jadi Rja Gukguk Ki Lurah Punggowo Dr Suryo Respationo Sh,Mh yang diwakili Ki Carik Sulistiana. Hadir juga Ketua paguyuban Se-Jatim Imam Tohari SH, MHdan Ketua Paguyuban Se- Jawa Tengah.
Dalam suasana sakral , Walikota Batam, HM Rudi melantik Rina Safitri sebagai Ketua Pawargo Batam dan Pengurus Pawargo untuk Periode 2022 – 2027.
Rina Safitri dalam sambutan perdana sebagai Ketua Pawargo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Walikota Rudi dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancaka. Menurutnya, keberadaan Pawargo bisa menjadi penghubung kerjasama baik pemerintahan, bisnis, dan sosial budaya antara Ponorogo dan Batam.
“Pawargo ini selain wadah silaturrahmi dan sosial warga Batam asal perantauan Ponorogo juga pelestari kebudayaan terutama Reog yang saat ini sudah berkembang secara pesat di Kota Batam ,” ungkapnya.
Rina melanjutkan bahwa dirinya menyadari bahwa amanah yang diembankan kepadanya dan Pengurus Pawargo Kota Batam amatlah berat. “Ini semua hanya bisa dilaksanakan dengan bekerja-sama, bahu-membahu, partisipasi dan kontribusi aktif. Keberadaan Pawargo di Batam ke depan mampu menjalankan program dan kegiatan aktif yang sinergis positif untuk peningkatan keberdayaan anggota dan tentunya dapat teraktualisasi jalinan manfaat,” terang dia.
Rina Safitri yang juga menjabat sebagai Ketua Pertani HKTI Propinsi Kepri mengatakan dimana ada warga Ponorogo merantau pasti ada kesenian dan kebudayaan Ponorogo terutama reog .
Kesenian Reog ini terus dilestarikan dimana saja mereka berada dan berdomisili. “Hal ini sejalan dengan program bupati dan Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang bakal membangun Monumen Reog.
Bangunan ini digadang-gadang memiliki ketinggian 126 meter dan bakal mengalahkan ketinggian patung Garuda Wisnu Kencana di Bali itu akan dibangun di Kecamatan Sampung. “Kita patut berbangga dan bersyukur kedepan kita akan memiliki Monumen Reog Ponorogo yang menjadi ciri kedaerahan kita dan sebagai pemersatuan kita warga Ponorogo di manapun berdomisili,” kata Rina Safitri .
Rina juga megucapkan terimakasih atas kehadiran Ketua Hipmi Kepri Sari, Ketua Asita Kepri, Eva, Ketua Batam Touris Rahman Usman dan Perwakilan Pengelola SP Plaza yang membantu suksesnya acara ini.
Sedangkan Bupati Sugiri berpesan agar warga Ponorogo mendukung pembangunan Kota Batam menjadi Bandar Madani yang moderen. Dia juga mengakui perkembangan pembangunan Batam di bawah kepemimpinan Walikota Rudi, sangat luar biasa.
“Saya minta jaga nama baik Ponorogo. Mudah-mudahan semakin banyak yang sukses di Batam karena saya temui banyak warga asal Ponorogo meraih sukses di Kota Batam. Dukung Pak Walikota Rudi membangun Batam. Tapi, jangan lupa juga kampung halaman. Pak Rudi, saya titip warga asal Ponorogo agar dibina dan diperhatikan, ” paparnya.
Dalam kesempatan itu Bupati Sugiri juga memberikan kehormatan warga Ponorogo kepada Walikota Rudi, dengan cara menyarungkan baju khas Ponorogo warna hitam dan blangkon.
Dalam sambutannya Walikota Rudi mengucapkan selamat datang kepada Bupati Sugiri dan rombongan dari Ponorogo. Dia mengaku sangat senang atas kehadiran Bupati Sugiri dan rombongan serta berharap mereka sering berkunjung ke Batam, agar warga Batam asal Ponorogo dapat melepas rindu dengan kampung halaman.
“Warga Batam asal Ponorogo adalah warga saya yang harus saya perhatikan dan saya lindungi,” tegas Walikota Rudi.
HM Rudi juga menjelaskan bahwa Batam bagaikan miniatur Indonesia, dimana semua suku dan agama hidup rukun berdampingan. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi dirinya untuk membangun Kota Batam.
“Saya mohon didukung upaya kita membangun Batam,” paparnya.
Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin









































