
BATAM, batamtv.com – Upah Minimum Kota (UMK) Kota Batam, idealnya berada di kisaran angka Rp Rp 5 juta. Angka tersebut diusulkan sebagai angka yang realistis ditengah terjadinya kenaikan harga bahan pangan akibat naiknya BBM di Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi 2 DPRD Propinsi Kepri Wahyu Wahyudin, kepada media ini, Jumat (7/10/2022). Dia juga mendukung buruh yang menuntut kenaikan UMK dengan beberapa pertimbangan .
“Kalau secara ekonomi, bagi pengusaha memang ideal, tapi bagi buruh tidak. Di Batam itu tidak cukup gaji Rp 4 jutaan, paling tidak Rp 5 juta,” kata Wahyu Wahyudin.
Politisi PKS itu menuturkan, jika Gubernur Ansar Ahmad menolak menaikkan BBM subsidi maka Pemprov harus memberikan kompensasi berupa bantuan langsung tunai (BLT).
Bantuan ini akan menjadi tambahan pendapatan bagi buruh dan dapat digunakan untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga.
“Atau berikan bantuan secara merata dan menyeluruh bagi serikat buruh,” tuturnya.
Wahyu menambahkan, selain menaikkan besaran UMK, Ansar juga perlu untuk menyuarakan aspirasi buruh yang menolak kenaikan BBM subsidi.
“Pak Gubernur harus suarakan buruh soal kenaikan BBM yang berdampak pada semakin mahalnya kebutuhan layak hidup,” jelas dia .
BBM subsidi sangat membebani daya beli masyarakat, harga kebutuhan pokok semakin mahal dan menyebabkan inflasi.
editor : abyaqsa ra
reporter : muhammad amin









































